Advertisement
Ekonomi

Riset: Pendapatan Pengemudi GrabBike Kota Surabaya Meningkat 85 Persen di Atas UMK

Hasil riset Center for Strategic and Internatinal Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic mengatakan melalui hasil riset yang dilakukan terjadi peningkatan pendapatan dan pemasukan dari mitra pengemudi GrabBike sebanyak 85 persen menjadi Rp 5 juta perbulan.

TIMES Indonesia,
Riset: Pendapatan Pengemudi GrabBike Kota Surabaya Meningkat 85 Persen di Atas UMK
Peluncuran Program #TerusUsaha untuk Digitalisasi UMKM Jawa Timur secara virtual, Selasa (18/8/2020) (Foto : Dok Grab)
A-AA+

SURABAYA Hasil riset Center for Strategic and Internatinal Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic mengatakan melalui hasil riset yang dilakukan terjadi peningkatan pendapatan dan pemasukan dari mitra Grab yakni pengemudi GrabBike sebanyak 85 persen menjadi Rp 5 juta perbulan.

Hal ini menunjukan bahwa pendapatan tersebut lebih besar dari Upah Minimum Kota atau UMK Kota Surabaya sebesar Rp 4,2 juta perbulan.

Advertisement

Hasil tersebut diperoleh dengan membandingkan jumlah pendapatan sebelum dan sesudah bergabung dengan Grab. Sementara itu, pengemudi GrabCar juga mengalami peningkatan pendapatan sampai 125 persen menjadi Rp 9,3 juta perbulan.

Kenaikan pendapatan tersebut membuat sejumlah 23 persen mitra pengemudi GrabBike dan 20 persen mitra pengemudi GrabCar kota Surabaya mampu membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

“Dari hasil riset terlihat sejumlah manfaat yang secara langsung dirasakan oleh sektor gig economy. Kami pun percaya bahwa platform teknologi seperti Grab dapat membantu pemulihan dan pertumbuhan kembali perekonomian yang terkena dampak negatif pandemi.,” ujar Stella Kusumawardani selaku Economist, Tenggara Strategics dikutip dari Peluncuran Program #TerusUsaha untuk Digitalisasi UMKM Jawa Timur secara virtual, Selasa (18/8/2020).

Para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah atau UMKM pun mengalami peningkatan pendapatan. Pada merchant GrabFood Surabaya terjadi peningkatan pendapatan sebanyak 37 persen dan Grab Kios meningkat sebanyak 28 persen.

Program digitalisasi yang dihadirkan oleh Grab ini diharapkan akan membuat UMKM mulai sadar pentingnya digitalisasi. Dengan digitalisasi, UMKM membuat mereka lebih dekat dengan konsumen yang akhirnya akan dapat meningkatkan penjualan mereka untuk terus bertahan.

Advertisement

Merujuk pada studi tersebut, Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan pihaknya akan berupaya mempercepat digitalisasi UMKM Jawa Timur khususnya Kota Surabaya yang menjadi market terbesar di Jatim melalui program #TerusUsaha.

"Solusi digitalisasi yang dihadirkan ini bukan hanya dapat membantu pelaku UMKM untuk bangkit, tapi juga mendorong munculnya UMKM baru di Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya agar dapat memberikan kontribusi besar untuk perekonomian daerah," ujar Halim.

Untuk itu, lanjut Halim, Grab akan fokus mendukung UMKM untuk mendapatkan kesempatan yang besar untuk maju dan berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Sebab setiap usaha akan memiliki kontribusi nyata dalam perekonomian nasional. "Rangkaian solusi yang diberikan kami harapkan dapat membantu lebih banyak orang mengubah susah jadi mudah dengan #TerusUsaha," kata Halim. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFarida Umami Ramadhansi (MG-234) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia