Advertisement
Ekonomi

Pandemi Covid-19, Harga Daun Tembakau Codong Senori Tuban Terjun Bebas

Di tengah pandemi Covid-19, hasil panen daun tembakau di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, turun bebas.

TIMES Indonesia,
Pandemi Covid-19, Harga Daun Tembakau Codong Senori Tuban Terjun Bebas
Daun tembakau jenis codong milik petani di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Senin (28/09/2020). (Foto: Ahmad Istihar/TIMES Indonesia)
A-AA+

TUBAN Di tengah pandemi Covid-19, hasil panen daun tembakau Codong di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban mengalami penurunan. Banyak petani mengali kerugian puluhan juta rupiah, Senin (28/09/2020)

Hal ini dialami petani tembakau asal Desa Rayung, Khoirul Huda yang mengeluhkan kerugian kurang lebih Rp 40 juta perhektare tanaman tembakau. Pasalnya, daerah yang menjadi tujuan pengiriman luar kota banyak yang memilih tidak mengambil daun tembako.

Advertisement

"Harga daun tembakau hanya 1000 ribu perkilo itupun kalau ada pembeli luar kota yang mau, petani memilih batang pohonnya dibiarkan mengering," ungkap Huda panggilan akrap petani asal Desa Rayung.

tembakau b

Huda menjelaskan saat musim panen raya mulai bulan Mei - September sebelum pandemi Covid-19, dirinya dimasa panen dapat menghasilkan Rp 80-125 juta. Namun, masa pandemi Covid-19, untuk balik modal tanam tembakau sangat sulit.

"Saat ini kalau tidak ada solusi dan tanpa sokongan dinas terkait, petani tembakau sulit. padahal kontribusi hasil tembakau terhadap memasukan daerah juga ada," tuturnya.

Tengkulak lokal setempat, Nardi menjelaskan perihal panen raya tembakau tahun ini tidak laku dipasaran luar kota. Bahkan petani memilih merajang (dikeringkan) daun tembakau di rumah-rumah petani dengan harapan ada pengepul yang mau membeli hasil panenan tersebut.

Advertisement

"Kita ambil yang kualitas itupun terbatas. Petani memilih merajang hasil panenan tembakau," ujarnya Nardi

tembakau c

Nardi menambahkan alasan daun tembakau jenis codong tidak laku musim ini selain pandemi Covid-19. Perusahan dari luar kota yang menjadi andalan pengiriman saat ini tutup total tidak mengambil daun tembakau. Alasan kedua, cuaca yang memasuki musim pancaroba turut mempengaruhi daun tembakau mulai kadar getah tersebut.

"Pabriknya tutup, selain itu, cuaca tidak menentu menjadikan getah daun tembakau menurun (kualitas) karena sering intensitas hujan," sambungnya menjelaskan penyebab harga daun tembakau Codong turun drastis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAhmad Istihar (MG-203) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia