Advertisement
Ekonomi

Begini Penjelasan Petrokimia Gresik Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi di Probolinggo

Seiring kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak beberapa pekan terakhir membuat petani mengaluhkan hal tersebut. Berikut data lengkap dan penjelasan dari pihak perusahaan Petrokimia Gresik.

TIMES Indonesia,
Begini Penjelasan Petrokimia Gresik Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi di Probolinggo
ILUSTRASI - Pupuk Subsidi. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Seiring kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak beberapa pekan terakhir membuat petani mengaluhkan hal tersebut. Berikut data lengkap dan penjelasan dari pihak perusahaan Petrokimia Gresik.

Berdasarkan data yang diperoleh TIMES Indonesia, dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menyebut, kelangkaan pupuk subsidi dipicu karena kekurangan stok yang didistribusikan pabrik. Selama ini pupuk Urea tersedia 33.248 ton. Sedangkan pupuk ZA tersedia 13.801 ton.

Advertisement

Sementara itu, Sekretaris Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono menjelaskan, pendistribusian pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo, sesuai dengan permintaan Pemerintah untuk kebutuhan petani. Adapun alokasi, realisasi serta stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik per 30 September 2020 ke Kabupaten Probolinggo, sebagai berikut.

ZA Alokasi 2020 sebanyak 13.801 ton dengan penyaluran sebanyak 11.538,30 ton. Stok 624 ton atau 83,602 persen. Untuk SP-36 Alokasi sebnayak 4.261 ton, penyaluran 2.892,50 ton dan Stok 307 ton atau 67,883 persen.

NPKPhonska dialokasi sebanyak 22.976 ton, penyaluran 9.321,30 ton, dan stok 1.211 ton atau 40,574 persen. Sedangkan Petroganik penyaluran 11.209 ton, penyaluran 2.293,00 ton dan stok 444 ton atau 20,46 persen. Total keseluruhan alokasi pupuk 52.247. Total penyaluran 26.045,10 dan total stok 2.586.

“Jika seandainya alokasi pupuk bersubsidi habis, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten, maka Dinas Pertanian setempat biasanya akan melakukan realokasi. Petrokimia Gresik kemudian akan menyalurkan sesuai dengan realokasi tersebut dengan prinsip enam, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Jenis, Tepat Mutu dan Tepat Harga,” terang Yusuf Wibisono, kepada TIMES Indonsia, Kamis (1/10/2020).

Ia juha menyampaikan, untuk mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik mengimbau kepada petani untuk terdaftar dalam kelompok tani, menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan memiliki lahan pertanian tidak lebih dari 2 hektar atau 1 hektar untuk petambak.

Advertisement

Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, secara prinsip senantiasa siap menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai penugasan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 10 Tahun 2020.

“Peraturan ini kemudian secara cascade diturunkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) di tingkat provinsi dan Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian di tingkat kabupaten,” papar Yusuf.

Dalam Permentan No. 10 Tahun 2020, alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 7.929.302 ton. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat penugasan penyaluran sebesar 4.726.968 ton (59,61% dari alokasi nasional), dan 2.040.418 ton diantaranya disalurkan untuk Provinsi Jawa Timur (43% dari total penugasan Petrokimia Gresik). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dicko W
PenulisDicko WLulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Muda (2021). Bergabung dengan TIMES Indonesia sejak 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia