Selain Tanaman Hias, Piara Ikan Cupang Jadi Hobi di Tengah Pandemi

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pandemi Covid-19 yang mengharuskan aktivitas lebih banyak di rumah terkadang berujung kejenuhan. Untuk menghilangkan rasa jenuh, banyak warga memilih merawat tanaman hias. Namun belakangan, tak hanya tanaman hias. Warga di Bondowoso, Jawa Timur juga banyak memelihara ikan cupang untuk hobi.
Rahmat, salah seorang pedagang ikan cupang di di seputar kota mengatakan, saat ini ikan cupang menjadi primadona masyarakat.
Advertisement
"Meski sedang naik daun lagi, omzet penjualan cupang cukup stabil. Tidak turun juga, tak naik terlalu tinggi,” katanya, Sabtu (12/12/20202).
Rahmat berjualan mulai siang hingga sore hari. Ikan cupang jenis giant harganya pun terbilang murah meriah. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per ekor.
"Semakin mencolok warna si ikan cupang itu dengan kombinasi warna unik, semakin tinggi juga harganya. Juga dilihat dari ukuran ikannya," paparnya.
Rahmat mengatakan, biasanya penjualan meningkat ketika akhir pekan. Yaitu Sabtu terutama Hari Minggu.
"Alhamdulillah, dengan begini bisa mencukupi kehiduan keluarga,” imbuhnya.
Menurutnya, pembeli ikan cupang di tengah pandemi ini datang dari berbagai kalangan dan latar belakang usia. Mulai dari anak, remaja, hingga dewasa.
"Bahkan banyak perempuan tertarik untuk memelihara ikan cupang. Kebanyakan adalah anak-anak. Karena memang lagi booming-booming-nya ikan cupang sekarang ini,” terangnya.
Yang menarik dari ikan cupang kata dia, karena warnanya yang menarik dan proses pemeliharaannya yang mudah.
"Seseorang cukup menyediakan wadah sesuai yang mereka suka dan meletakkan ikan cupang di sana, tanpa harus memberikan filter air dan sebagainya. Tak seperti memelihara jenis ikan hias lainnya," terangnya.
Sementara itu salah seorang pecinta ikan cupang, Holil Ihsan mengaku ada kepuasan sendiri ketika memelihara ikan petarung tersebut.
"Sebelum pandemi Covid-19 sebenarnya saya sudah memelihara ikan cupang. Saat pandemi saya nambah koleksi. Untuk hiburan saja," jelas warga Pedasan Kecamatan Pujer tersebut. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |