Harga Cabai Rawit di Ponorogo Meroket, 1 Kilogram Capai Harga 80 Ribu
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Ponorogo terus meroket, dan harga yang kian melambung tersebut dikeluhkan para pedagang di pasar Legi Relokasi Ponorogo.

PONOROGO – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Ponorogo terus meroket, dan harga yang kian melambung tersebut dikeluhkan para pedagang di pasar Legi Relokasi Ponorogo.
Pantauan TIMES Indonesia di pasar Legi Relokasi Rabu (6/1/2021) cabai rawit merah masih bertengger di harga Rp 80-85 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut menurut para pedagang mencapai dua kali lipatnya padahal harga normalnya berkisar Rp 40 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang di pasar Legi Relokasi Ponorogo Sutriani mengungkapkan kenaikan sudah terjadi sepekan lebih, Ia pun mengeluh karena berdampak pada omzetnya.
"Banyak konsumen yang mengurangi takaran pembelian cabe, biasanya saya bisa menghabiskan stok tapi sekarang untuk menghabiskan 10 kilogram saja agak sulit," ujarnya.
Menurutnya kenaikan harga cabe disebabkan kurangnya stok cabe dari petani, Ia pun menuturkan suplai cabai akan kembali normal pada bulan Maret nanti.
"Ya ngeluh to mas, harga cabai mahal. Biasanya konsumen beli 1 kilogram, sekarang berkurang setengah, malah ada yang seperempat kilogram, belum lagi ini musim hujan kadang bisa membuat cabai membusuk," kata Sutriani.
Ia juga menyebutkan harga cabai cenderung naik namun sejumlah komoditi mengalami penurunan harga. Seperti cabai merah besar turun dari Rp 50 ribu per kilogram menjati Rp 30 ribu per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih juga turun dari Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
Sutriani dan para pedagang lainnya berharap gejolak harga cabai rawit segera kembali normal, sehingga tidak akan berpengaruh signifikan terhadap usahanya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


