Advertisement
Ekonomi

Berawal dari Gerobak, Ferry Setiawan Sukses Buka Gerai Ayam Geprek di 14 Kota

Beberapa waktu yang lalu TIMES Indonesia berkesempatan berbincang langsung dengan seorang pebisnis muda di bidang kuliner, Ferry Setiawan selaku pemilik gerai Kakkk Ayam Geprek.

TIMES Indonesia,
Berawal dari Gerobak, Ferry Setiawan Sukses Buka Gerai Ayam Geprek di 14 Kota
Ferry Setiawan pemilik gerai Kakkk Ayam Geprek (kanan). (Foto: Khusnul Hasana/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Beberapa waktu yang lalu TIMES Indonesia berkesempatan berbincang langsung dengan seorang pebisnis muda di bidang kuliner, Ferry Setiawan selaku pemilik gerai Kakkk Ayam Geprek.

Pandemi Covid-19 membuat sejumlah pelaku usaha di Surabaya tiarap hingga gulung tikar, namun berbeda halnya dengan Ferry. Ia justru meluncurkan brand kuliner baru pada tahun 2020 kemarin. Pandemi tak lantas membuatnya berhenti berinovasi dalam bidang kuliner.

Advertisement

Ditanya mengenai alasannya membuka bisnis baru di tengah keadaan ekonomi yang sedang lesu, ia mengatakan bahwa ide ini muncul saat melihat gerainya sepi pengunjung untuk dine-in dikarenakan semuanya beralih ke platform online.

"Karena konsepnya udah mateng dan oke, capital expense juga nggak terlalu gede karena kita pakai tempat yang sudah ada. Sekarang kan jamannya kolaborasi, jadi saya punya tempat yang lumayan besar trus lihat kursi kosong itu risih ya, jadi daripada kosong saya ada ide bikin pizza dan takimaki." ucapnya, Selasa (5/12/2020).

Pria asal Solo, Jawa Tengah ini memulai bisnis ayam geprek pada tahun 2014 saat jenis makanan tersebut belum menjamur di Surabaya seperti saat ini.

Berawal dari uang Rp 5 juta, Ferry bersama dengan seorang temannya membuka kedai kecil dengan gerobak di daerah Pucang Surabaya. Dengan usaha dan kerja kerasnya selama 7 tahun, ia berhasil mempertahankan bisnis hingga memiliki 17 outlet yang tersebar di 14 kota di Indonesia.

"Memang banyak ayam geprek yang bermunculan tapi bagaimana kita bisa bertahan sampai 7 tahun ini ya karena kita terus berinovasi. Apa yang membedakan kita dengan brand lain itu ya dari segi inovasinya." imbuhnya. 

Advertisement

Potensi kuliner di tahun 2021 ini dinilai Ferry sangat besar apalagi untuk memulai bisnis kuliner saat ini sangat dimudahkan oleh platform online seperti media sosial. Tak bisa dipungkiri, saat ini media sosial memberi pengaruh besar pada tren kuliner.

Popularitas makanan dan minuman sangat ditentukan oleh mereka yang memanfaatkan media online, hingga akhirnya bermunculan banyak pebisnis kuliner baru. Ferry berpesan kepada para pelaku bisnis untuk selalu berinovasi agar bisa bertahan karena persaingan semakin ketat.

"Makanya kita ini beradu inovasi, beradu kreatifitas karena kita berada di salah satu industri kreatif, jangan bermain di price war karena nggak ada habisnya." terangnya.

Simak tips berbisnis lainnya dari Ferry Setiawan di TIMES Podcast pada chanel YouTube TIMES to Inspiring. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

K
PenulisKhusnul Hasana (MG-242) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia