Kisah Soto Daging PBB Khas Kediri di Tengah Pandemi
Suasana siang itu begitu terik, sudah dua hari kota Samarinda tidak diguyur hujan, meski begitu langit terkadang terlindung oleh awan gelap. Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur, sebuah kota dengan kawasan terpadat di pulau Kalimantan. Sela

SAMARINDA – Suasana siang itu begitu terik, sudah dua hari kota Samarinda tidak diguyur hujan, meski begitu langit terkadang terlindung oleh awan gelap. Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur, sebuah kota dengan kawasan terpadat di pulau Kalimantan. Selain terkenal dengan obyek wisatanya, Samarinda juga memiliki julukan kota Kuliner.
Kota yang berpenghuni 827.994 jiwa ini, memiliki ragam kuliner khas nusantara, diantaranya Soto Daging PBB Khas Kediri. Namanya yang unik membuat TIMES Indonesia penasaran dengan arti PBB tersebut.

Ruko dua lantai berwarnai kombinasi hijau merah, memiliki spanduk warna kuning bertuliskan Soto Daging PBB Khas Kediri, terletak di pertigaan Jalan Gunung Cermai, Jalan Gunung Merbabu dan jalan Pasundan Samarinda. Saat dihampiri, pemilik warung langsung menyambut dan mempersilahkan masuk.
"Kami menjual soto daging, soto iga, sate, soto ayam dan lainnya," ucapnya seranya menunjuk menu yang terpampang di dinding.
Pemilik warung yang bernama Yulianti (35) merupakan mantan pegawai di salah satu perusahaan otomotif milik Astra. Sejak tahun 2007 dirinya mengundurkan diri dari pekerjaannya, dan mencoba membangun usaha sendiri
"Dulu berpikirnya ingin punya usaha sendiri, bisa membantu orang lain, akhirnya saya mencoba beberapa usaha tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan," kisahnya memulai percakapan, Jumat (12/2/2021).
Yuli mengisahkan dirinya membuka usaha sejak 2008, sebuah perusahaan trading batu bara, namun tidak selancar yang dibayangkan
"Susah banget mencari partner yang serius, kadang berhasil tapi kadangkala gagal juga, hingga akhirnya harga batu bara saat itu jatuh." lanjut ibu satu anak ini.
Tidak sampai disitu, beberapa usaha pun dia geluti hingga akhirnya tahun 2018 membuka usaha catering.
"Alhamdulillah beberapa kantor menjadi klien kami, lumayan lancar hingga tahun kemarin, sebagian besar konsumen kami adalah karyawan," tambahnya
Saat pandemi mulai, beberapa perusahaan harus merumahkan karyawannya, hadirnya kebijakan pemerintah menerapkan work from home (WFH) membuat usahanya pun harus berakhir.
"Susah banget saat itu, tidak adalagi pelanggan, karyawan pun kami pulangkan, akhirnya kami tutup, sedih banget," ujarnya sembari meletakkan pesanan soto kami di atas meja
Sejak virus corona masuk ke Indonesia, pemerintah menggalakkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah untuk mencegah meluasnya rantai covid-19. Salah satu kebijakan pemerintah kota Samarinda adalah membatasi kerumunan, menerapkan pola bekerja dari rumah (WFH), serta memberlakukan jam malam. Pemerintah Samarinda mengimbau warganya untuk tetap di rumah saja, akibatnya banyak warung, toko, mall serta pusat keramaian lainnya tutup. Bukan hanya itu, sekolah pun diliburkan.
"Maka itu, akhirnya usaha kami sepi banget, pendapatan sejak awal pandemi menurun," kisahnya, meski memakai masker, raut wajahnya menampakkan kesedihan masih terlihat.

Kendati demikian, mengalami kemerosotan menjalankan usaha, Yuli tetap memiliki semangat yang kuat untuk terus berdagang. Dirinya dan suami tidak putus asa dan kembali membuka warung pada Agustus 2020.
"Akhirnya kami sepakat membuka warung soto, nah kebetulan soto PBB ini sistemnya franchise, cukup beli bumbunya saja," ungkapnya
Yuli menerangkan mesti awalnya masih ragu, tapi dengan dukungan suami dirinya memulai lagi usaha kulinernya. Meski dirinya mengetahui pandemi covid belum berakhir, Ibu yang pernah empat kali keguguran ini tetap semangat membuka warung soto PBB ini
"Akhirnya kami mencoba sewa ruko disini, tidak begitu mahal, total karyawan saat itu ada 5 orang," kata Yuli
Meski berjualan di masa pandemi, warung yang terletak di jalan Gunung Cermai no 34 ini, mampu meraup omzet Rp 1 juta per harinya, Tidak lama berselang pemerintah mengeluarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan meminta warga untuk tidak keluar setiap hari Sabtu - Minggu
Tidak mau gulung tikar, Yuli pun mengurangi jumlah karyawannya menjadi 3 orang. Selain itu Yuli mengaku memaklumi keputusan pemerintah tersebut. Mengingat virus corona yang tak kunjung sirna ini memaksa setiap orang agar tidak kaget jika kemudian hari ada kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat
Sembari menikmati hidangan soto daging khas Kediri ini, TIMES Indonesia mengorek arti kata PBB tersebut. Namun Yuli hanya tertawa kecil, lalu berdiri meninggalkan meja kami. Tak lama berselang, dirinya datang membawa dua gelas es teh manis yang dihidangkan buat kami.
"Ayo, nikmati dulu bagaimana rasanya," ujarnya kembali duduk dihadapan Times
Untuk menyiasati PPKM, Yuli bekerja sama dengan aplikasi online, selain itu dirinya memberikan diskon khusus untuk setiap pembelian soto ayam maupun soto daging, dengan harga Rp 10 ribu
"Setiap hari Jumat kami turunkan harganya yang awalnya Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu, alhamdulillah mendapat tanggapan positif dari para konsumen," ungkapnya
Rasa soto daging PBB ini memang terasa beda dari soto daging lainnya, bumbunya yang agak kental, rasanya yang begitu kuat, racikan bumbu tumisnya sangat terasa di lidah
"Bumbunya ini langsung dari franchisenya, jadi kami hanya beli bumbu dari mereka, bahan lainnya siapin sendiri, alhamdulillah pesanan online lumayan banyak," kata Yuli
Dia menuturkan, membuka usaha sendiri merupakan tantangan yang asik, meski sempat kebingungan ketika pemberlakuan PPKM, dia tetap yakin dengan menjadi usahawan lebih bisa membagi waktu, bisa mandiri dan bisa membantu orang lain dengan membuka lapangan kerja.
"Jadi PBB itu sebenarnya dari nama pemilik franchise ini yakni Pak Bambang, makanya disingkat Soto Daging PBB Khas Kediri, kalau ditulis semua kan kepanjangan mas," kata Yuli disambut tawa kami. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


