Di Tengah Pandemi Covid-19, Sulteng Ekspor Produk Pertanian ke Jepang
Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) bersama unsur pemerintah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan unsur instansi vertikal (Bea Cukai Pantoloan) melepas ekspor 1,7 ton komoditas pertania

PALU – Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) bersama unsur pemerintah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan unsur instansi vertikal (Bea Cukai Pantoloan) melepas ekspor 1,7 ton komoditas pertanian asal Sulteng ke negara Jepang, Jumat, (26/2/2021).
Komoditas pertanian yang di ekspor berupa rempah kemiri, bawang merah dan kelapa muda dengan tujuan ekspor ke negara Jepang dengan nilai ekonomis senilai 470.000 yen.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Amril mengatakan, komoditas pertanian Sulteng saat ini telah menembus pasar mancanegara hal itu dibuktikan dengan ekspor rempah-rempah dalam bentuk raw material maupun produk olahan yang di ekspor ke Jepang hari ini.

“Potensi pertanian Sulteng sangat menjanjikan hal itu dibuktikan dengan banyaknya komoditas tersebut yang keluar dari Sulteng. Komoditas rempah-rempah kini tidak hanya memenuhi pasar dalam negeri melainkan sudah menembus pasar mancanegara,” ujarnya.
Tercatat dari data Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) Barantan komoditas ekspor sangat didominasi dari sektor perkebunan yang rutin lalulintasnya seperti tepung kelapa, minyak kelapa (VCO & CO), kakao biji, kelapa bulat.
Pada tahun 2020 nilai ekonomis komoditas pertanian yang di ekspor ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika Latin ini mencapai hampir 400 miliar.
Ia menjelaskan bahwa komoditas pertanaian yang di ekspor masih didominasi oleh sektor perkebunan, padahal sektor hortikultura seperti buah dan sayuran sangat potensial untuk bisa menembus pasar mancanegara.
“Upaya mendorong peningkatan ekspor dari value dan diversitas produk di Sulteng, kami dukung implementasinya dalam wujud kegiatan Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian),” ungkap Amril.

Menurutnya, Karantina Pertanian Palu terhadap peningkatan ekspor tersebut selalu siap memberikan layanan prima terkait layanan sertifikasi karantina maupun informasi lain guna mendukung kegiatan percepatan ekspor di wilayah layanan.
Dalam kesempatan itu, Amril mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat khususnya kepada eksportir PT AKI yang melihat potensi peluang ekspor ke Jepang.
“Tak mudah untuk produk pertanian masuk negara tersebut hal ini dikarenakan persyaratan sangat ketat salah satu harus bebas dari hama dan penyakit,” tuturnya.
Kata dia, ekspor ke Jepang melalui udara ini merupakan yang pertama kali dilakukan meskipun tonase yang dikirim dalam jumlah kecil, namun setidaknya ini menjadi pembuka jalan memberikan bukti bahwa produk pertanian Sulteng sangat diminati pasar mancanegara. “Kedepan, ini sudah tentu menjadi angin segar bagi calon eksportir untuk bisa melakukan hal yang sama jika permintaan banyak tentunya volume yang akan meningkat, sehingga akan berdampak positif bagi daerah,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

