Advertisement
Ekonomi

Karet Mentah Pangandaran Jadi Bahan Baku Produksi Ban di Semarang

Karet mentah Pangandaran yang dihasilkan dari petani di Pangandaran tembus ke pasar luar daerah di antaranya ke Semarang, Jawa Tengah.

TIMES Indonesia,
Karet Mentah Pangandaran Jadi Bahan Baku Produksi Ban di Semarang
Petani di Pangandaran sedang menimbang hasil panen karet mentah (Foto : Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
A-AA+

PANGANDARAN Karet mentah Pangandaran yang dihasilkan dari petani di Pangandaran tembus ke pasar luar daerah di antaranya ke Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu pengepul karet mentah di Kabupaten Pangandaran, Gani mengatakan karet mentah yang dikirim ke Semarang tersebut dijadikan bahan dasar pembuatan ban.

Advertisement

"Jual beli karet termasuk bisnis yang menjanjikan karena pemasarannya sudah jelas," kata Gani, Selasa (23/3/2021).

Harga jual karet mentah dari petani ke pengepul saat ini Rp 9000 per kilogram.

petani karet

Secara hitungan, penanaman untuk luas areal satu hektare lahan mampu menampung 400 tegakan pohon karet.

"Sejak dari masa tanam benih pohon karet sampai masa panen, pohon karet memerlukan getah membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun," tambahnya.

Advertisement

Rata-rata satu pohon karet dalam satu hari menghasilkan getah karet mentah sekitar 0,2 kilogram.

"Jika memiliki lahan dengan tegakan pohon karet sebanyak 400 pohon maka setiap hari bisa menghasilkan 80 kilogram karet mentah," terangnya.

Artinya, kata Gani, setiap hari petani bisa mendapatkan uang Rp720 ribu dari hasil karet.

Saat ini Gani menggalang hasil panen karet mentah dari petani di Desa Limusgede dan Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak.

Sedangkan, di Kecamatan Langkaplancar tersebar di Desa Bangunkarya, Desa Cempaka, Desa Sukamulya, Desa Jadikarya, Desa Karangkamiri, Desa Bojongkondang dan Desa Langkaplancar.

Namun hingga kini petani di Pangandaran belum ada teknologi yang bisa meringankan proses panen dan memperbanyak hasil getah karet. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia