UMKM Pangandaran Harus Mampu Menekan Angka Urbanisasi
Akademisi asal Pangandaran, Jawa Barat Irpan Ilmi mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pangandaran harus mampu menekan angka urbanisasi.

PANGANDARAN – Akademisi asal Pangandaran, Jawa Barat Irpan Ilmi mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pangandaran harus mampu menekan angka urbanisasi.
Setiap tahun angka lulusan SLTA dan Perguruan Tinggi warga yang administrasi kependudukan Pangandaran terus mengalami kenaikan.

Gambaran umum pendidikan menengah Pangandaran (Foto : BAPPEDA Pangandaran)
"Kenaikan angka lulusan SLTA dan Perguruan Tinggi tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan pekerjaan," kata Irpan, Kamis (1/4/2021).
Irpan menambahkan, berdasarkan data (BPS) angka lulusan SLTA baik SMA/SMK/MA terus mengalami kenaikan setiap tahun.
Pada tahun 2016 jumlah lulusan SMA/SMK/MA 3,818, tahun 2017 jumlah lulusan SMA/SMK/MA 4,608, tahun 2018 jumlah lulusan SMA/SMK/MA 5,266, tahun 2019 jumlah lulusan SMA/SMK/MA 5,350, tahun 2020 jumlah lulusan SMA/SMK/MA 6,026.
"Setiap tahun dari angka lulusan SMA/SMK/MA mayoritas ingin mencari kerja keluar daerah," tambah Irpan.
Jika fenomena urbanisasi tidak teratasi, khawatir penduduk asli Pangandaran dimasa yang akan datang akan menjadi penonton pembangunan.
"Kita harus bisa bersaing sejak kini dalam bidang pengembangan usaha rumahan, karena itu salah satu jalan pemutus tradisi urbanisasi," terang Irpan.
Jika urbanisasi terus terjadi setiap tahun, pribumi asal Pangandaran saat pulang ke kampung halaman berpotensi jadi orang pinggiran karena lahan orang tuanya jadi objek pembangunan yang tidak terkendali.
"Harus menjadi komitmen bersama bahwa potensi alam baik yang berada di laut, pegunungan dan daratan rendah dikelola dengan maksimal dan mampu berinovasi," sambung Irpan.
Jika suatu produk alam mengalami penurunan harga, solusi terkecil dengan mengubah menjadi produksi olahan.
"Harga padi biasanya dimusim panen raya rendah, maka solusinya padi itu harus dibuat produk lain yang memiliki nilai tinggi," jelasnya.

Tingkat pengangguran terbuka Pangandaran (Foto : BAPPEDA Pangandaran to TIMES Indonesia)
Jangan sampai potensi Pangandaran yang kaya ini tidak bisa menekan angka pengangguran.
Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pangandaran jika dipersentasekan dengan jumlah penduduk 424.804 di tahun 2015 tercatat 4,81, tahun 2016 tercatat 4,2, tahun 2017 tercatat 3,34, tahun 2018 tercata 3,58 tahun 2019 tercatat 4,48 dan tahun 2020 tercatat 5,08. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

