Advertisement
Ekonomi

Harga Ikan Tak Bersahabat, Pengusaha Tambak Lamongan Tak Berkutik

Memasuki musim panen, harga ikan air tawar dikeluhkan oleh para pengusaha tambak di Kabupaten Lamongan. Mereka menilai harga ikan terlalu rendah.

TIMES Indonesia,
Harga Ikan Tak Bersahabat, Pengusaha Tambak Lamongan Tak Berkutik
Aktivitas para pedagang di pasar ikan Lamongan saat musim panen, Kamis (26/5/2021). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Memasuki musim panen, harga ikan air tawar dikeluhkan oleh para pengusaha tambak di Kabupaten Lamongan. Mereka menilai harga ikan terlalu rendah.

Data yang dihimpun dari Pasar Ikan Lamongan, harga Bandeng berada di kisaran Rp 12 ribu per kilogram, Mujair, Sombro dan Bader (putihan) berkisar Rp 8 ribu per kilogram, sedangkan udang Vaname antara Rp 35 ribu hingga Rp 40  ribu per kilogram.

Advertisement

Meski harga ikan tergolong rendah, petambak terpaksa menerima kondisi tersebut dan harus tetap memanen ikannya.

Menurut salah satu petambak asal Kecamatan Glagah, Khoirul Anwar, mereka tidak bisa lagi menunda panen untuk menunggu harga ikan naik, karena mereka harus segera melakukan persiapan masa tanam padi.

Harga IKan Lamongan a

"Meski harga ancur-ancuran, petambak tetap memanen ikannya," kata Khoirul, Kamis (27/5/2021).

Khoirul menjelaskan, jika petambak memaksa untuk menunda panen, maka akan dibayang-bayangi kerugian yang lebih besar.

Advertisement

Selain tidak bisa tanam padi, biaya pemeliharaan ikan yang dikeluarkan otomatis akan lebih tinggi. Hal itu dikarenakan untuk mencukupi kebutuhan air di tambak, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pompa air.

"Simalakama, tidak tanam padi semakin hancur, untuk tanam padi sekarang juga harus mengorbankan panen ikan dengan harga yang sama sekali tidak bersahabat," ujarnya.

Menurut Khoirul, jebloknya harga ikan selalu menjadi persoalan yang dihadapi pengusaha tambak di Kabupaten Lamongan ketika musim panen ikan. Karena itu, Khoirul meminta pemerintah memberikan solusi. "Jangan berdalih, petambak salah waktu panen, karena panen serempak," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

MFA Rohmatillah
PenulisMFA Rohmatillah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia