Advertisement
Ekonomi

Mantan TKI di Gresik Sukses Beternak Kambing dengan Metode Modern

Kata siapa beternak kambing tak bisa sukses. Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur seorang mantan tenaga kerja Indonesia atau TKI yang bekerja di Malaysia telah berhasil beternak kambing dengan metode modern. Tak perlu lagi mencari rumput. Kok bisa?.

TIMES Indonesia,
Mantan TKI di Gresik Sukses Beternak Kambing dengan Metode Modern
Owner Farm 99 Gresik yang juga mantan TKI saat melihat kambing di kandang miliknya (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK Kata siapa beternak kambing tak bisa sukses. Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur seorang mantan tenaga kerja Indonesia atau mantan TKI yang bekerja di Malaysia telah berhasil beternak kambing dengan metode modern. Tak perlu lagi mencari rumput. Kok bisa?.

Mantan TKI itu bernama Didik Sihabul Millah. Pria 32 tahun ini awalnya pesimis bisa sukses di dunia peternakan. Namun, siapa sangka kini ia mulai memetik buah manis dari usahanya yang dimulai 3,5 tahun lalu.

Advertisement

Berawal mempunyai 20 kambing indukan, Didik kemudian merawatnya dengan metode modern. Yakni, menggiling rumput budidaya serta limbah pertanian. Untuk minumnya, kambing diberi sisa gilingan gabah dan campuran lain.

"Saya kerja di Malaysia 10 tahun seusai lulus SMA. Pada 2016 pulang, lalu bangun kandang dulu, kemudian belajar otodidak dan dikembangbiakkan hingga saat ini ada ratusan," katanya, Senin (28/6/2021).

kambing-3.jpg

Warga Desa Wotan Panceng ini melanjutkan, beternak kambing itu tidak asal-asalan. Protein dan kebersihan kandang adalah yang utama. Pejantan dan indukan bahkan diberikan menu makanan berbeda.

Jika pejantan, gilingan rumput harus difermentasi terlebih dahulu selama 21 hari. Ini akan memberikan efek lebih bagus. Kemudian, kambing betina atau indukan diberikan protein dari campuran gilingan rumput dan jenis sayuran.

Advertisement

"Perlakuannya berbeda, bahkan ditempatkan ditempat beda. Ada kambing yang dijual, ada juga yang dikembangkan dan digemukkan. Kami budidaya rumput juga, lalu digiling. Bahkan menu makanannya juga dibedakan antara pejantan dan indukan," tambahnya.

Untuk merawat kambing miliknya, Didik juga mempekerjakan 5 karyawan. Selain bagian perawatan dan kebersihan ada pula pegawai khusus yang bertugas menjualnya.

Ditanya terkait omset perbulan, Didik enggan menyebutkan. Intinya, setiap hari ada saja pembali. Apalagi, ketika menjelang Idul Adha seperti ini. Permintaannya lebih banyak.

kambing-4.jpg

"Dua minggu ini sudah 30-an yang keluar. Ada 100 an yang siap jual. Intinya, ketika kambing kami jual kami belikan lagi dan diternakkan sesuai jenisnya," tuturnya, malu.

Kambing Ras Sapudi Jadi Buruan

Meski ada berbagai jenis domba dan kambing, Owner Farm 99 Gresik ini mengaku lebih menyukai kambing janis lokal asli Indonesia. Salahsatunya jenis Kambing Sapudi yang berasal dari Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep Madura, Fanroy dan Garut, Jawa Barat.

Agar tetap bisa dilestarikan, dia juga mencoba mengawinkan indukan jenis Kambing Sapudi dengan lokal. Hasilnya pun bagus. Bahkan, harga jualnya tinggi. Dagingnya empuk. Kambing jenis ini biasa disajikan di restoran atau hotel.

"Hasil perkawinan lokal Kambing Sapudi ini lebih besar. Bahkan saat kecil ekornya sudah kelihatan, warnanya juga putih dan bagus. Tentu harga jual tinggi," tambahnya.

Melihat manisnya beternak kambing, Ketua NGO Panceng Kita ini mengajak milenial agar mau berwirausaha dengan beternak. Bahkan, dirinya siap membimbing agar sukses beternak kambing.

Ia menyontohkan, dari lima kambing saja. Indukan dan pejantan ini bisa menghasilkan dua kali lipat. Setahun bisa dua kali. "Kami juga buka kemitraan khususnya dengan pemuda yang mau beternak kambing," ucap Didik, seorang mantan TKI Gresik yang sukses beternak kambing metode modern. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia