Advertisement
Ekonomi

Sukses dari Jualan Sembako, Midin Kini Sukses Juga Bertani Kopi

Awalnya berjualan beras sembako, Midin (40), warga Desa Penggung Kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur kini sukses menjadi seorang petani kopi dengan memanfaatkan lahan 1 hektar.

TIMES Indonesia,
Sukses dari Jualan Sembako, Midin Kini Sukses Juga Bertani Kopi
Kopi hasil panen Midin saat di Jemur, kemudian proses perendaman dan setelah diolah menjadi Kopi Tubruk Penggung (Foto: Lancur For TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Awalnya berjualan beras sembako, Midin (40), warga Desa Penggung Kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur kini sukses menjadi seorang petani kopi dengan memanfaatkan lahan 1 hektar.

Selain merawat tanaman kopi tergolong mudah, menurut Midin hasilnya pun lumayan besar, sekali panen dirinya mampu menghasilkan 200 kilo dari kebun miliknya, dengan harga pasar perkilonya capai Rp 30-35 ribu.

Advertisement

kopi Midin 2

"Dengan berkebun kopi sangat mudah dan hasilnya sangat lumayan, dari tanam 3 tahun sudah buah, dan harga perkilo gram berkisar Rp 30-35 ribu," katanya, Minggu (4/7/2021).

Apalagi tempatnya pun mendukung untuk dijadikan kebun kopi, selain suasana sejuk juga didukung kondisi tanah yang amat subur.

Hanya butuh 3 tahun dari menanam bibit kopi, jika dirawat dengan baik pohon kopi sudah berbuah sekaligus di panen. Dari penghasilannya Maidi pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan fasilitas lainnya.

Bahkan dari pengasilannya dia pergunakan untuk mengembangkan usahanya dengan membeli kopi dari petani sekitarnya, lalu dia olah dijadikan bubuk atau kopi saset yang diberinama Kopi Tubruk Penggung.

Advertisement

kopi Midin 3

"Saya jualnya ada melalui pasar tradisional dan via online atau Bukalapak, ada yang Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Alhamdulillah laku laris," imbuhnya.

Setelah panen, buah kopi yang matang berwarna kemerahan disendirikan lalu kemudian direndam dalam air. Setelah itu kopi yang tidak terapung dijemur kurang lebih selama 14 hari.

"Setelah mengering kita jadikan biji kopi atau greenbean. Kemudian greenbean itu kita roasting lalu kita giling menjadi bubuk kopi, yang terakhir kita kemas," jelas Midin(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rojihan
PenulisRojihanSarjana Managemen Pendidikan Islam di STAI NU Pacitan (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya, wisata, pemerintahan, pendidikan dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia