Cerita Petani Milenial di Ngawi Budidayakan Anggur Puluhan Varietas
Buah anggur termasuk jenis buah yang cukup populer di Indonesia. Meskipun bukan jenis buah lokal asli Indonesia, buah dengan ciri khas berbentuk bulat dan banyak mengandung air ini ternyata juga bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di iklim Indonesia.

NGAWI – Buah anggur termasuk jenis buah yang cukup populer di Indonesia. Meskipun bukan jenis buah lokal asli Indonesia, buah dengan ciri khas berbentuk bulat dan banyak mengandung air ini ternyata juga bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di iklim Indonesia.
Seperti kata Fauzan Galih, seorang petani milenial asal Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi yang sukses membudidayakan puluhan varietas anggur. Terhitung ada 35 varietas yang berhasil di budidayakan di lahan pekarangan rumah miliknya.
"Sudah dua tahun menggeluti budidaya anggur, untuk saat ini kita fokus pada penyediaan bibit anggur dari berbagai varietas dengan kualitas yang bagus," kata Galih kepada TIMES Indonesia, Minggu (15/8/21).
Berbagai varietas anggur yang Galih budidayakan rata-rata varietas impor. Seperti Ninel, Jupiter, Julian, Dixon dan masih banyak lagi. Varietas jenis ini disebut Galih termasuk jenis buah anggur yang umum ditemukan di pasaran Indonesia.

Bibit anggur produksi Galih, kata dia umumnya tanaman sudah mulai berbuah saat berusia 6 bulan setelah tanam. Dengan catatan, tanaman anggur harus dirawat dengan perlakuan yang baik. Seperti dengan menyediakan media tanam yang bagus, pemupukan dan penanggulangan hama.
Selain itu, kunci agar tanaman anggur segera berbuah pada perlakuan pruning atau pemangkasan batang dan daun tanaman anggur. "Daun dan batang muda harus dipangkas, ketika bersemi, yang tumbuh nanti bunga bakal buah, tanpa pruning tidak bisa berbuah,” kata Galih menjelaskan.
Lebih lanjut, terkait pruning, Galih mengatakan, anggur termasuk jenis tanaman buah yang tidak mengenal musim. Yang artinya anggur bisa dibuahkan setiap saat setelah dilakukan pruning pada tanaman.
Sementara untuk pemasaran bibit anggur produksi Galih, saat ini dia menjual baik secara online maupun melayani pembeli yang datang langsung di rumahnya. Rata-rata, satu buah bibit anggur dia hargai dari seratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis buah anggur.

“Kalau untuk penjualan online, terjauh kita sudah pernah mengirim hingga luar pulau, seperti daerah di pulau Sumatera, Kalimantan, dan masih banyak lagi,” paparnya.
Untuk memastikan bibit anggur produksinya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, Galih juga memberikan layanan bimbingan bagi konsumen agar bibit yang dibeli bisa berhasil tumbuh hingga berbuah. “Kita pandu untuk perawatannya,” katanya.
Berminat menanam anggur?, tanaman ini termasuk jenis tumbuhan buah yang bisa hidup dengan baik di lingkungan Indonesia. Selain diambil buahnya, tanaman anggur juga bisa mempercantik lahan kosong di pekarangan rumah anda. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

