Kerajinan Tangan Makrame Ayundita Tembus Amerika Lho
Kerajinan tangan 'Makrame' saat ini tengah populer. Rupanya kerajinan berbahan baku benang ini semakin banyak digandrungi konsumen. Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia lain pun, Makrame menjadi sebuah pelengkap hiasan apik di rumah.

BANJARNEGARA – Kerajinan tangan 'Makrame' saat ini tengah populer. Rupanya kerajinan berbahan baku benang ini semakin banyak digandrungi konsumen. Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia lain pun, Makrame menjadi sebuah pelengkap hiasan apik di rumah.
Yuk kita lihat, seperti apa sih hiasan Makrame dan apa saja ragam serta fungsi Makrame. Makrame adalah kerajinan berbasis simpul atau anyaman dari benang dan sejenisnya.
Kalau dulu kita mengenal jaring ikan, simpul tali temali pramuka. Ini mirip mirip, hanya saja lebih rumit. Karena simpul itu akan membentuk sebuah bentuk atau bidang tertentu.

Hal ini setidaknya diakui, Ayundita Dyah Pratama Putri (25) asal Jl. Tirtosari No. 24 Kelurahan Semarang RT 05 /RW 02 Banjarnegara.
Ayundita adalah gadis berusia 25 tahun penggiat Makrame yang terbilang sukses, karena usaha yang digelutinya tidak mengalami kendala di pemasaran.
Ayundita mengakui fokus mengeluti kerajinan Makrame sejak tahun 2020, sejak terkena PHK pengurangan karyawan. Awal memulai usaha kerajinan Makrame sebenarnya pada bulan November 2019.
Saat itu ia hanya terlintas ingin mencoba karena sering melihat inspirasi home decor di sosial media. Di situ banyak sekali yang memasang Makrame ini di dinding.
Berawal dari rasa penasaran itulah ia mencoba membuat, lalu di update status di sosial media. "Ternyata respons dari teman-teman bagus, banyak sekali yang minat dan minta dibuatkan," kata Ayun.
Saat itu kata Ayun, hanya membuat 1 jenis, yakni wall hanging atau hiasan dinding biasa. Namun lama kelamaan, seiring berjalannya waktu, banyak request dan saat membuat berbagai jenis seperti rak gantung, dream catcher, hingga berbagai jenis aksesoris seperti gantungan kunci dan konektor masker.

Kemudian untuk memasarkan kerajinan tangannya, Ayundita memanfaatkan jejaring sosial dan berbagai marketplace seperti shopee, tokopedia dalam memasarkan hasil kerajinan tangannya.
"Alhamdulilah untuk pemasaran kita aman, artinya hasil kerajinan tangan selalu laku. Dan saat pandemi Covid-19 justru banyak mendapat order dari konsumen luar kota Banjarnegara. Bahkan tembus ke Amerika.
Sedangkan jenis Makrame adalah, wall hanging atau hiasan dinding biasa. Kemudian rak gantung, dream catcher, hingga berbagai jenis aksesoris seperti gantungan kunci, konektor masker dan tatakan gelas,.
Saat berbincang dengan TIMES Indonesia, Senin, (1/11/2021), anak tunggal pasangan Almarhum Suwardi dan Ny Tri Utami ini bersyukur, usaha yang dirintis sejak November 2019 ini mulai banyak dikenal masyarakat luas. Walaupun hasil produksinya belum bisa banyak.
Karena usaha Kerajinan tangan Makrame baru dilakukan seorang diri. Setiap bulan, paling banter baru 20 buah. "Walaupun masih kecil, namun barang tersebut merupakan delivery order. Jadi kita lebih tenang," katanya. Ayundita mengakui, kendala yang dihadapi saat ini, di permodalan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


