Pemkab Bondowoso Dorong Petani Hasilkan Produk Pertanian Organik
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, melalui Dinas Pertanian (Disperta) terus berupaya agar petani memanfaatkan pupuk organik dan menghasilkan produk pertanian organik. ... ...

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, melalui Dinas Pertanian (Disperta) terus berupaya agar petani memanfaatkan pupuk organik dan menghasilkan produk pertanian organik.
Pengembangan pertanian organik sebenarnya telah digagas sejak 2008 lalu. Namun tak banyak petani yang memanfaatkan peluang tersebut karena masih bergantung pada pupuk kimia.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso, Hendri Widotono mengatakan, pertanian organik harus terus berjalan karena kondisi kandungan tanah organik hanya 2 persen.
"Adapun lahan pertanian organik sejak 2008 telah diimplementasikan di Desa Lombok Kulon," katanya saat dikonfirmasi.
Pihaknya berencana juga akan menjadikan lahan di Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari menjadi sentra pertanian presisi, pertanian modern dan pertanian terintegrasi.
"Bersama TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) dan lain sebagainya. BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) ya di sana," ucapnya.
Menurutnya hal itu didukung oleh kemandirian masyarakat dengan memproduksi 13 ribu ton pupuk organik yang dibuat oleh 45 kelompok tani secara swadaya.
"Alhamdulillah swadaya tanpa bantuan dari pemerintah. Itu sudah mandiri lah kelompok tani itu," jelas Hendri.
Ketersediaan pupuk organik juga ditunjang oleh populasi ternak sapi yang cukup besar. Hendri menyebut bahwa total jumlah ternak sapi di Bondowoso sebanyak 224 ribu ekor. "Itu termasuk 10 besar di Jawa Timur," imbuhnya.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso, Rahmatullah mengungkapkan, sebenarnya permintaan pasar terhadap hasil pertanian organik cukup besar.
Menurutnya, bahkan banyak peluang-peluang pasar yang belum terisi, akibat rendahnya produksi.
"Masih rendahnya produksi kita karena petani itu lebih senang menanam itu menggunakan pupuk kimia," jelasnya.
Dari segi topografi, Kabupaten Bondowoso sangat cocok untuk pertanian ini. Adapun kesiapan lahan, juga besar.
Di bagian hulu seperti di Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso sangat berpotensi untuk pertanian organik karena dekat dengan mata air. "Tinggal kita bagaimana memanajemen, mengelola apakah tanaman produk kita ini betul-betul organik ketika diuji lab," jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


