Gubernur Jatim Bingung dengan Kelangkaan Minyak Goreng

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Kelangkaan minyak goreng yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur, masih menjadi tanda tanya besar. Bahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyebut bahwa produksi minyak goreng Jatim seharusnya surplus.
Khofifah mengungkapkan, kebutuhan minyak goreng di Jatim dalam satu bulan adalah sebesar 59 ribu ton. Sedangkan kemampuan produksi minyak goreng untuk Jatim lebih besar dari jumlah kebutuhan tersebut.
Advertisement
"(Minyak goreng) yang diproduksi untuk Jawa Timur itu 63 ribu ton. Harusnya masih ada surplus 4 ribu ton," kata Khofifah, saat menggelar Operasi Pasar Minyak Goreng Murah, di Kantor UPT Bapenda Kabupaten Lamongan, Sabtu (5/3/2022).
Menurut Khofifah, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran.
"Mulai dari tanggal 19 Januari saya keliling untuk minyak goreng, kami juga koordinasi dengan Mendag RI, seluruh pihak terkait, mengkoordinasikan semuanya, pokoknya kita ikhtiarkan maksimal," tuturnya.
Saat ini salah satu upaya yang ditempuh Pemprov Jatim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak goreng, adalah dengan menggelar operasi pasar di berbagai kabupaten/kota di Jatim, dan hari ini dilaksanakan di Lamongan.
Khofifah turun langsung untuk memantau pelaksanaan operasi pasar yang digelar di Kantor UPT Bapenda Kabupaten Lamongan tersebut.
"Pada operasi pasar keliling, ini 2 liter seharga 25 ribu rupiah. Hari ini disiapkan 4 ribu liter. Ini dilakukan Pemprov Jatim, bersama RNI dan APPMGI (Asosiasi Pengusaha Pengemas Minyak Goreng Indonesia)," ucap Khofifah.
Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, setiap hari pihaknya sudah menggelontorkan minyak goreng curah di berbagai pasar tradisional.
Sejak 2 hari lalu hingga 8 Maret, terang Khofifah, pihaknya akan menggelontorkan 3.500 ton atau 3,5 juta kilogram minyak goreng kemasan dan pada 9 Maret juga akan datang lagi sebanyak 4 ribu ton minyak goreng.
"Harapan kita kebutuhan pasar bisa terpenuhi, sambil nunggu distributor dan produsen minyak goreng supaya kalau ada stok segera mengeluarkan stok yang mereka punya, supaya upaya pemenuhan minyak di Jatim bisa segera terpenuhi seperti sedia kala," ujarnya.
Khofifah juga memuji peran APPMGI yang gerak cepat dalam pemenuhan kebutuhan minyak goreng di tengah masyarakat. Pendistribusian difokuskan untuk pasar tradisional dan toko-toko non retail modern.
"Apalagi semakin mendekati bulan puasa, nanti dikhawatirkan ada panic buying. Jadi terus bergerak mendistribusikan ke pedagang non pasar retail modern. Jd kita ingin menembus pasar tradisional dan toko-toko peracangan," tutur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat Operasi Pasar Minyak GorengMurah di Lamongan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Rizal Dani |