Kolaborasi Dua BUMN Dorong Peningkatan Hasil Panen Tebu di Kabupaten Kediri

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Pada tahun 2021 lalu, Kabupaten Kediri tercatat memiliki lahan tebu seluas kurang lebih 21 ribu hektare yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ngancar, Ringinrejo, dan Ngadiluwih.
Hal itu menjadikan tebu sebagai salah satu komoditas perkebunan utama di kabupaten Kediri dan menempatkan Kabupaten Kediri sebagai salah satu wilayah penting untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional yang merupakan salah satu komoditi pangan strategis.
Advertisement
Hadirnya program Makmur hasil kolaborasi dua BUMN, yakni PT Petrokimia Gresik dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X turut membantu para petani meningkatkan produktivitas dan pendapatan para petani tebu. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan hal itu bisa dilihat dari program Makmur di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
“Hasil produktivitas tebu naik dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per hektare (37 persen). Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang juga naik dari Rp 25,8 juta per hektare menjadi Rp46,5 juta per hektar,” tutur Dwi Satriyo, di sela Panen dan Tanam Demonstration Plot (Demplot) Desa Purwokerto, Jumat (1/7/2022).
Sementara itu, Direktur PTPN X, Tuhu Bangun menuturkan program sekaligus membantu petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Seperti diketahui komoditas tebu saat ini sedang didorong produksinya untuk dapat mencapai swasembada gula nasional.
“Program Makmur sangat membantu petani memperoleh pupuk tepat waktu sehingga permasalahan pupuk yang dihadapi petani tebu bisa teratasi,” ujarTuhu Bangun.
Untuk memperkuat kualitas hasil tebu di wilayah Kabupaten Kediri, demplot dan lahan tebu para petani binaan PTPN X telah menjalani uji tanah untuk bisa menentukan jenis tebu dan pupuk terbaik yang bisa digunakan. Di Demplot Desa Purwokerto memanfaatkan pupuk baru Petrokimia Gresik yaitu ZA Plus, Petroganik Premium, dan NPK Petrocane.
“Program Makmur sekaligus menjadi media edukasi bagi kami untuk petani agar mereka tidak tergantung dengan pupuk subsidi. Kita telah buktikan bersama jika penggunaan pupuk non-subsidi yang berkualitas dari kami mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,” kata Dwi Satriyo Annurogo.
Tahun ini, Petrokimia Gresik mendapatkan tugas merealisasikan Program Makmur dari Pupuk Indonesia di lahan seluas 85.000 Ha yang terbagi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali Nusa, Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan hingga Juni 2022 realisasinya mencapai 57.820 Ha atau 68 persen dari target dengan melibatkan 31.740 petani.Untuk komoditas tebu, realisasi yang dicapai Petrokimia Gresik mencapai 34.894 Ha.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Sholihin Nur |