Ekonomi

Mendag RI Sebut Harga Migor Curah Stabil, Bahkan Turun

Senin, 25 Juli 2022 - 22:13 | 41.58k
Mendag Zulkifli Hasan saat blusukan ke Pasar Cicalengka, Kab Bandung, Senin (25/7/2022). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)
Mendag Zulkifli Hasan saat blusukan ke Pasar Cicalengka, Kab Bandung, Senin (25/7/2022). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Menteri Perdagangan RI (Mendag RI) Zulkifki Hasan mengatakan harga minyak goreng (migor) curah di pasar-pasar tradisional sudah berada di angka Rp14.000/ per liter, bahkan turun harganya. Termasuk harga-harga kebutuhan pokok (sembako) lainnya, relatif stabil dan menurun.

"Saya sudah lihat tadi, minyak curah sudah di bawah Rp14 ribu harganya per liter. Ini artinya harganya rata-rata sekarang sudah Rp13.500/liter. Minyak curah di mana-mana sudah Rp14 ribu/liter, sudah banyak," kata Zulhas sapaan Zulkufli Hasan kepada wartawan di sela mengunjungi Pasar Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (25/7/2022).

Advertisement

Mendag-Zulkifli-Hasan-b.jpg

Zulhas yang didampingi Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan, harga-harga kebutuhan pokok lainnya sudah ada penurunan di antaranya bawang merah, cabai dan daging ayam potong. Saat ini harga-harga di pasar-pasar sudah terjangkau oleh masyarakat.

Mendag juga menyebut harga cabai dari Rp120 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp80 ribu menjadi Rp40 ribu per kg dan daging ayam potong dari Rp52 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg.

"Satu bulan ini saya diberi tugas, sembako tersedia, alhamdulillah tersedia. Sebelumnya harga hampir sulit dikendalikan terutama minyak goreng, sekarang harganya sudah jinak," selorohnya.

Mendag-Zulkifli-Hasan-c.jpg

Zulhas pun mengatakan harga-harga agar tetap stabil, maka yang diperlukan yaitu menjaga stok bahan pokok. Sedangkan, bahan pokok beras disubsidi dan peran tersebut berada di Bulog. "Ya ini tentu stoknya, kalau beras ya disubsidi, ada bulog yang jadi fungsi stabilitas harga," terang Zulkifli.

Terkait keberadaan minyak goreng yang diproduksi Kemendag, pihaknya mengutamakan penyaluran ke wilayah Indonesia bagian timur. Sebab katanya, di wilayah-wilayah tersebut nyaris tidak ada minyak goreng curah.

"Minyak kita yang diparkir sederhana, karena Jawa ini bisa curah. Yang diparkir kita utamakan yang jauh Papua, Maluku, kan tidak bisa minyak curah di sana. Jadi yang diparkir kita fokuskan dulu Maluku dan Papua agar adil, mereka juga bisa punya harga Rp14 ribu," kata Mendag RI Zulhas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES