Ekonomi

Koperasi Lamongan Ditarget Bertransformasi Lebih Modern

Kamis, 28 Juli 2022 - 21:50 | 20.94k
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat puncak peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-75 dengan tema Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan di Lamongan Sport Center (LSC), Kamis (28/7/2022), Foto : Prokopim Lamongan for TIMES Indonesia)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat puncak peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-75 dengan tema Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan di Lamongan Sport Center (LSC), Kamis (28/7/2022), Foto : Prokopim Lamongan for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGANKoperasi Lamongan diharapkan bisa bertransformasi menjadi lebih modern. Untuk itu, koperasi harus terus dikembangkan menjadi sehat dan kuat. 

Pasalnya, koperasi paling dekat dengan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan perekonomian masyarakat Lamongan di sektor yang paling bawah. 

Advertisement

Sehingga koperasi bisa berubah cepat dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan. Serta menjadi sebuah refleksi peran penting pergerakan dan kemajuan koperasi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tak hanya itu, koperasi juga diinginkan menjadi manifestasi dari upaya koperasi bertransformasi dari citra model lama yang konvensional menjadi model baru yang lebih profesional, akuntabel dan transparan.

Bupati-Lamongan-Yuhronur-a.jpg

Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat puncak peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-75 dengan tema Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan di Lamongan Sport Center (LSC), Kamis (28/7/2022). 

“Transformasi, artinya kita change atau kita ubah dari koperasi model lama menjadi koperasi modern atau model baru. Tentu ini dengan memanfaatkan digitalisasi yang lebih akuntabel, dan lebih transparan," ujar Pak Yes. 

Dengan lebih dekat teknologi, Pak Yes menghimbau, agar tidak ada lagi pembukuan yang dicatat secara semrawut. "Buku pembukuan di pegang pengurusnya, di masukkan lemari yang kuncinya entah dibawa siapa. Nah, ini model koperasi lama," katanya

Upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) memfasilitasi akses permodalan yang seluas-luasnya untuk koperasi, Pak Yes menegaskan, tidak ada lagi alasan koperasi tidak bisa berkembang karena modal. 

Mengingat bunga KUR (kredit usaha rakyat) makin lama semakin murah 3%, paling mahal 6%. Apabila koperasi bunganya mahal, Pembina Koperasi terbaik di Jawa Timur ini meminta untuk dikurangi. 

"Bila koperasi semakin dekat dengan akses permodalan maka tidak ada lagi koperasi yang catatannya tidak jelas, dan tidak tahu dimana keberadaannya. Karena ini model koperasi lama," tuturnya. 

Mengenai esensi ekonomi berkelanjutan,  Pak Yes mengemukakan, dalam pembangunan koperasi diupayakan secara berkesinambungan. 

Menurutnya, agar koperasi dapat tumbuh sejajar dengan badan usaha lain, memiliki sensitivitas tinggi dalam pengembangan usaha dan diminati oleh generasi muda.

“Alhamdulillah perekonomian Lamongan sudah mulai bangkit (reborn) dimana saat pandemi kemarin sempat terkontraksi -2,65 persen dan saat ini kita kembali tumbuh menjadi 3,43 persen. Tentu ini berkat gerakan koperasi dari berbagai pihak," ucapnya. 

Dikesempatan yang sama, Pak Yes juga menyerahkan, sejumlah sertifikat dan penghargaan kepada insan koperasi dan pelaku usaha mikro. Dirinya juga menandatangani komitmen dukungan gerakan koperasi milenial.

Bupati-Lamongan-Yuhronur-b.jpg

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan (Diskopum Lamongan) Agus Suyanto mengatakan, koperasi harus terus diperhatikan kualitas kesehatannya setiap tahun. 

"Jumlah koperasi di Lamongan mencapai 1.349. Dan saat ini 1.103 diantaranya yang tercatat menjadi koperasi aktif dengan jumlah anggota mencapai 113.580 orang," kata Agus. 

Dijelaskan Agus, koperasi di Lamongan juga telah memiliki sertifikat nomor induk koperasi berjumlah 744 koperasi dan 250 koperasi telah memiliki nomor induk berusaha berbasis resiko.

Selain koperasi simpan pinjam, ungkap Agus, Lamongan juga memiliki 30 Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) yang mana 11 diantaranya telah mengantongi legalitas badan hukum dan 10 koperasi yang dibentuk oleh ormas kepemudaan (Ansor dan Pemuda Muhammadiyah).

“Selain koperasi, Lamongan juga memiliki 254.206 usaha mikro, untuk itu Diskopum Lamongan terus berupaya memfasilitasi berbagai kebutuhan UMKM seperti sertifikat halal dan sertifikat PIRT bagi produk usaha mikro di Lamongan,” ujar Agus di puncak peringatan Harkop ke-75 dengan tema Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES