Kenaikan Harga Telur Bikin Risau Pedagang di Kota Malang
Terus melambungnya harga telur ayam membuat beberapa pedagang merasa resah. Salah satunya Dewi yang bekerja sebagai pedagang telur ayam di Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malan ...

MALANG – Terus melambungnya harga telur ayam membuat beberapa pedagang merasa resah. Salah satunya Dewi yang bekerja sebagai pedagang telur ayam di Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang.
"Harga normal telurnya udah lama ga normal. Biasanya kalo dulu sekitar Rp22.000 ribu/kg tapi pas Corona malah mulai naik terus. Sekarang paling murah ecerannya Rp26.000 habis tu naik terus, tapi kadang turun lagi," katanya.
Menurut data Kementerian Perdagangan, per 23 Agustus 2022 harga telur ayam di tingkat eceran memang mencapai Rp31.000/kg atau naik sekitar 2,9 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Naiknya harga telur disebabkan oleh bahan pakan yang mahal. Hal tersebut diketahui berdasarkan kondisi dari para peternak telur.
"Harga telur ga bisa konstan, pasti selalu berubah-ubah. Tiap jam 12 siang pasti selalu ada harga baru. Saya juga ga tau kenapa berubah di jam segitu. Setau saya yang bikin naik ya karena bahan pakan itu. Sekarang kalo saya beli satu peti 10kg itu hampir Rp30.000," tambah Dewi.
Tidak hanya di pasar saja, harga telur juga naik tetapi juga di supermarket. Jika di pasar sebutir telur seharga Rp2.000, di supermarket bisa mencapai Rp2.995/butir. Apalagi jika satu kilogram telur bisa mencapai Rp33.900.
Mengenai kenaikan harga telur ayam tersebut, pedagang, termasuk di Kota Malang tidak berharap banyak. Mereka ingin cukup yang standar saja supaya terjangkau untuk dibeli masyarakat karena para pedagang tidak bisa mengendalikan harga, semua dikendalikan pemerintah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

