Ekonomi

'Chue' dari Lama Tuha di Abdya Aceh Tembus Pasar Perdagangan Sumut

Senin, 29 Agustus 2022 - 13:45 | 63.21k
Karung berisi siput chue muara Lama Tuha akan dibawa ke Medan, Sumut (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)
Karung berisi siput chue muara Lama Tuha akan dibawa ke Medan, Sumut (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, ACEH – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah ruah, baik di darat maupun di air. Salah satunya siput sedut hitam yang hidup di muara Kawasan Industri Surin (KIS) Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Senin (29/8/2022).

Bagi masyarakat di Provinsi Aceh, hewan ini lebih dikenal dengan sebutan Chue, namun secara umum di Indonesia, warga menyebutnya siput air tawar, tutut, atau siput sedut hitam, yang biasanya dijadikan sebagai lauk pauk untuk makanan.

Advertisement

Ternyata, selain dimanfaatkan sebagai olahan hidangan, oleh warga setempat, biota air yang memiliki cangkang keras ini juga dijadikan sebagai komoditas, yang saat ini diketahui telah tembus hingga ke pasar perdagangan pulau sumatera.

Karung-berisi-siput-chue-b.jpgIbu-ibu pengumpul chue di muara Lama Tuha, Abdya, Aceh (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)

Terutama kaum ibu-ibu yang tinggal di daerah pedalaman Kabupaten Abdya itu, mereka memanfaatkan Chue sebagai sumber mata pencaharian, untuk membantu memenuhi dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Meureudom (35) misalnya, dia mengaku setiap kali mengumpulkan Chue di muara Lama Muda, ia bisa memperoleh cuan hingga mencapai Rp300 ribu. Hal itu membuktikan bahwa siput yang berbentuk kerucut tersebut, mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Kami mengumpulkannya ini untuk dijual, dari hasil jual dapatlah sedikit uang untuk membantu membeli kebutuhan hidup keluarga. Rata-rata, perhari dapat mengumpulkan Chue 20 karung," kata Meureudom.

Karung-berisi-siput-chue-c.jpgChue atau siput serut hitam (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)

Menjawab pertanyaan awak media terkait harga pasar, dia mengatakan bahwa harga siput hitam atau bernama latin Mollusca itu berkisar pada angka Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per karung isi 15 kilogram.

Dia menambahkan, kualitas atau rasa Chue Lama Tuha lebih gurih dan manis, sehingga banyak peminat dari dalam dan bahkan dari luar Provinsi Aceh yang telah memesan biota air itu kepada agen dengan jumlah yang bervariasi.

"Chue ini dibeli oleh tauke untuk di kirim ke Kota Banda Aceh dan ke Medan, Sumatera Utara. Banyaknya permintaan karena katanya Chu di muara kita rasanya lebih nikmat daripada Chue muara lain," ucap Mereudom.

Tapi, tambah Mereudom, kegiatan mengumpulkan siput itu tidak dilakukannya setiap hari. Karena menurut pengumpul chue di Abdya Aceh ini, ada waktu tertentu yang menentukan puncak panen, yaitu di saat musim penghujan dan bulan pasang penuh. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES