Ekonomi

BBM Naik, DPRD Kota Malang Tambah Anggaran Operasi Pasar Jadi Rp5 Miliar

Selasa, 06 September 2022 - 15:05 | 20.67k
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika saat menemui masa aksi pendemo penolakan kenaikan harga BBM. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika saat menemui masa aksi pendemo penolakan kenaikan harga BBM. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyebutkan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini bakal menjalar ke sejumlah harga harga sembako.

Oleh sebab itu, pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran operasi pasar yang semula dianggarkan Rp2miliar bakal ditambah menjadi Rp5 miliar.

Advertisement

"Awal KUA-PPAS kami sodorkan Rp2 miliar, itu sebelum ada kenaikan. Tapi sekarang akan kami tambahkan usulan bersama Banggar minimal Rp5 miliar," ujar Made, Selasa (6/9/2022).

Made mengatakan, DPRD tengah berkoordinasi dengan Diskopindag Kota Malang dan  Dinsos Kota Malang yang dimana akan menerima saluran anggaran operasi pasar tersebut.

Setidaknya, jika harga sembako melambung tinggi usai terjadinya kenaikan BBM, usulan operasi pasar ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah inflasi lebih tinggi lagi terjadi.

"Ini anggaran khusus operasi pasar, dana taktis. Sebelum ada kenaikan BBM saja kan sudah inflasi, kita sudah terasa. Akan kita cek juga ke Diskopindag untuk melihat harga sembako," ungkapnya.

Made menambahkan, operasi pasar sebagai salah satu langkah taktis dari Pemerintah Daerah untuk mencegah dampak besar akibat adanya kenaikan BBM.

Sebagai informasi, untuk Pertalite yang awalnya Rp7.650 per liter kini naik menjadi Rp 10 ribu per liter. Lalu untuk Pertamax yang awalnya Rp12.500 per liter kini naik menjadi Rp14.500 per liter, dan solah dari Rp5.150 menjadi Rp6.800

"Kalau kita mempermasalahkan itu (kenaikan BBM), bukan wewenang kita. Justru akibat masalah efek domino ini yang harus kita pikirkan," tegasnya.

Oleh karena itu, Made berharap dengan adanya kenaikan BBM ini masyarakat tak merasa tersiksa. Sebab, nantinya dengan anggaran operasi pasar ini, pihaknya akan membanjiri bahan pokok atau sembako murah di seluruh pasar di Kota Malang.

"Jika bahan pokok melejit, salah satu caranya adalah membanjiri pasar itu dengan bahan pokok lewat APBD subsidi. Konsentrasi kita ke situ," tandasnya.

Pedagang-cabai-2.jpgPenjual cabai di Pasar Besar Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Sementara itu, dari pantauan lapangan di kawasan Pasar Besar Kota Malang, salah satu pedagang menyebutkan bahwa sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.

Mulai dari cabai rawit, cabai merah, bawang puting hingga daging ayam pun mengalami kenaikan setelah harga BBM pun naik.

"Sebagai pedagang kan kami juga mengeluh, karena ongkos transportnya naik. Sekarang untuk mengangkut juga pakai becak motor semua. Ya pasti pengaruh," ujar salah satu pedagang Pasar Besar Kota Malang, Agus Salam.

Agus membeberkan, untuk cabai rawit saja kini sudah menyentuh harga Rp50 ribu perkilogramnya. Padahal, sebelumnya masih Rp48 ribu perkilogram.

Kemudian, untuk harga bawang putih yang awalnya Rp18 ribu, kini menjadi Rp22 ribu. Lalu, harga daging ayam yang semula Rp33 ribu, kini menjadi Rp35 ribu perkilogramnya.

"Dalam dua hari ini kenaikannya sampai Rp2 ribu memang. Semua sekarang serba naik gara-gara bensin (BBM) naik," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES