Ekonomi

Agus Setiawan, Owner Irvshoes Bandung Sukses Genjot Omzet dengan Pemasaran Digital

Senin, 12 September 2022 - 19:22 | 23.66k
Agus Setiawan, pendiri Irvshoes yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah UMKM Naik Kelas Jawa Barat. (Foto: Dokumen Pribadi for TIMES Indonesia)
Agus Setiawan, pendiri Irvshoes yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah UMKM Naik Kelas Jawa Barat. (Foto: Dokumen Pribadi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Di era serba digital, pemanfaatan teknologi yang semakin canggih sudah menjadi hal mutlak. Langkah strategis pemasaran pun diharapkan akan lebih mudah dan optimal, bahkan bisa melejitkan omzet berlipat-lipat. Hal tersebut sudah dibuktikan Irvshoes, merek sepatu produksi dari Bandung.

“Pelaku UMKM yang hanya berfokus pada peningkatan keahlian pembuatan produk, justru akan terkendala, jika pemasaran dan penjualan tidak berjalan lancar dan kontinyu," kata Agus Setiawan, owner Irvshoes yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah UMKM Naik Kelas, Jawa Barat. 

Advertisement

Agus mengatakan, para pelaku UMKM sangat pintar menciptakan produk tapi terkendala pada penjualan produknya. Apalagi di era digitalisasi seperti sekarang ini. Banyak pelatihan soal digitalisasi pemasaran, tetapi akan terasa kecil jika penjualan tidak terkoordinasi dan bekerja sama dengan gerai atau tempat tempat penjualan.

Menurut Agus, tempat penjualan seperti minimarket yang tersebar banyak di Bandung, belum menjadi jaminan produk UMKM dapat diserap habis dan terjual. Terkadang, tidak sedikit penjualan jadi lambat dan berdampak pada perputaran penjualan.

Sebagai pemilik produk Irvshoes yang didirikan sejak 2011, Agus  paham bahwa UMKM memiliki keterbatasan.  Apalagi persoalan permodalan, manajerial dan lainnya, selalu menjadi hambatan bagi pelaku UMKM.

Produk-sepatu-Irvshoes-dari-Bandung.jpgProduk sepatu Irvshoes dari Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Sebagai informasi, kata Agus, Irvshoes pun pada saat pandemi Covid-19 mengalami banyak ujian. “Biasanya omzet mencapai miliaran per bulan. Saat pandemi Covid-19, omzet jatuh hingga 20 persen . Ini jelas butuh strategi dan cara baru, agar usaha tetap eksis,”ungkap Agus.

Kini, setelah pandemi mulai reda, Irvshoes mulai bisa menunjukkan kenaikan omzet. Apalagi, kehadiran Irvshoes di marketplace  mulai menunjukkan hasil penjualan yang signifikan.

Agus yang juga Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Koperasi Masyarakat Pekerja Indonesia menjelaskan, saat ini pelaku UMKM mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Perizinan BPOM, legalitas halal, dan PIRT dan NIB mudah didapat. Pendamping usaha pun juga tidak sedikit hadir membantu pelaku UMKM.

Yang terpenting sekarang, kata Agus, adalah kemauan untuk solid, bersatu dan menciptkan jejaring penjualan baru dengan sistem teknologi yang bisa memberikan solusi bagi UMKM.

Produk-sepatu-Irvshoes-dari-Bandung-a.jpgProduk sepatu Irvshoes dari Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Untuk hal tersebut, pelaku UMKM tak perlu repot lagi. Pasalnya, Agus membentuk komunitas UNK  sehingga pelaku usaha mendapatkan banyak info dan kerja sama pemasaran produk.

Selain itu, dengan adanya strategi satu desa satu pujasera, lanjut Agus, akan membantu serapan produk UMKM. “UMKM bisa fokus untuk berproduksi tanpa perlu harus menjadi multi talenta dengan menguasai bidang penjualan yang tidak dikuasainya. Namun, alangkah lebih baik bila pelaku UMKM di Bandung juga belajar pemasaran digital agar omset makin meningkat,” papar owner Irvshoes(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES