Ekonomi

Cetak SDM Berkelanjutan, Indonesia Gencarkan Pelatihan Vokasi Berbasis BLK Komunitas

Rabu, 14 September 2022 - 17:49 | 17.50k
Menaker Ida Fauziyah resmikan ribuan BLK Komunitas. (FOTO: Liputan6)
Menaker Ida Fauziyah resmikan ribuan BLK Komunitas. (FOTO: Liputan6)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Indonesia tengah menggencarkan pelatihan vokasi berbasis komunitas seperti BLK Komunitas. Hal ini menjadi salah satu pendekatan pengembangan sumber daya manusia yang disepakati oleh negara-negara G20 guna mencetak SDM berkelanjutan.

Menteri Ketenaga Kerjaan Ida Fauziyah dalam pembukaan Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) G20 di Bali, Rabu (14/9/2022) menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan peningkatan produktivitas menjadi salah satu yang banyak dibahas.

Advertisement

"Salah satu pendekatan yang telah kita sepakati untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas sumber daya manusia yang berkelanjutan adalah melalui community based vocational training (pelatihan vokasi)," ucap Menaker Ida dalam pertemuan para menteri buruh dan tenaga kerja G20 itu.

Indonesia sebelumnya sudah menjalankan pendekatan pelatihan vokasi berbasis komunitas dengan membangun BLK Komunitas. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga telah membangun lebih dari 2.000 BLK Komunitas di seluruh Indonesia.

Pada 2022, Kemnaker telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pembangunan BLK Komunitas dengan 850 lembaga sebagai upaya pengembangan pelatihan vokasi. 

Dengan penambahan setiap tahun, Kemnaker akan menambah target output pelatihan vokasi sebanyak 232 ribu peserta dengan memaksimalkan sarana dan prasarana BLK Komunitas.

Sementara itu, Dirjen Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Budi Hartawan mengatakan pembahasan mengenai pelatihan berbasis komunitas di forum G20 dilakukan untuk meningkatkan akses vokasi kepada masyarakat terutama yang berada di pedesaan seperti yang ingin dicapai BLK Komunitas di Indonesia.

"Kita mengangkat BLK Komunitas menjadi salah satu isu di dalam G20 karena kita berusaha untuk meningkatkan akses dari masyarakat yang berada di daerah pedesaan," ujar Budi jelang dimulainya pertemuan hari ketiga forum EWG G20 di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia telah mendorong pelatihan berbasis komunitas dengan membangun 2.912 BLK Komunitas sejak 2017. BLK Komunitas tersebut menjadi salah satu unsur yang memperkuat BLK yang telah berada di bawah naungan Kemnaker.

Adanya akses masyarakat terutama di daerah pedesaan untuk pelatihan kerja lewat BLK Komunitas diharapkan bisa meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Dalam pertemuan EWG G20 hari ini, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization, ILO) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan memaparkan konsep pelatihan vokasi komunitas dilakukan di negara-negara anggota G20.

Adanya berbagi pengalaman anggota G20, yang memiliki latar belakang tingkat pembangunan berbeda, diharapkan akan terjadi pembelajaran untuk meningkatkan pelatihan kerja di tingkat komunitas termasuk yang dilakukan di Indonesia.

"Mungkin kita bisa lihat dan akan kita lakukan metode-metode terkait dengan pembangunan BLK Komunitas kita. Bagaimana kita mempercepatnya, bagaimana hubungan BLK Komunitas dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha dan industri, bagaimana dengan negara lain sehingga kita bisa mempelajarinya dengan lebih cepat," tutur Budi.

Pembahasan BLK Komunitas itu sendiri merupakan bagian dari salah satu isu prioritas yang diusung Presidensi G20 Indonesia yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES