Ekonomi

Enneu Herliani, Pengusaha Sandal di Bandung yang Kreatif

Sabtu, 17 September 2022 - 16:34 | 39.24k
Bunda Neuneu pengusaha sandal di Bandung yang selalu berusaha kreatif. (Foto: Djarot/TIMES INdonesia)
Bunda Neuneu pengusaha sandal di Bandung yang selalu berusaha kreatif. (Foto: Djarot/TIMES INdonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Kreatif merupakan salah kunci mencapai kesuksesan sebuah usaha atau bisnis. Hal itu pula yang selalu dilakukan oleh Enneu Herliani, pengusaha sandal di Bandung.

 “Dulu saya tak pernah membayangkan jika usaha yang saya bangun sekarang bisa berhasil. Karena selalu berusaha kreatif, Alhamdulilah masih bisa eksis dan terus berkarya," sahut sang pengusaha sandal di Bandung yang biasa dipanggil Bunda Neuneu ini mengawali cerita tentang bisnis sandal di Bandung.

Advertisement

Pemilik usaha Rumah Sandal Geulis ini (RSG), memulai usaha “tanpa disengaja”. Pada waktu itu, ia diminta membantu tugas anaknya yang bersekolah di Bandung untuk membuat sandal. Enneu Herliani pun mencoba membuat karya sandal dari bahan seadanya yang ada di rumah.

Tak disangka, sandal buatannya ternyata bagus Bahkan, banyak orang yang memuji hasil kreatif Neuneu. Tak sedikit orang yang berminat untuk membeli produk sandal tersebut. Saat itu ia belum berpikir jadi seorang pengusaha sandal di Bandung.  

Enneu-Herliani-2.jpgProduk sandal buah karya Neuneu pengusaha kreatif di Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Agar produksi sandal bisa berjalan tanpa keluar biaya dari kantong sendiri, Enneu Herliani pun berpikir kreatif. Ia mengajukan uang muka untuk setiap produk yang akan dibuat pada pembelinya. Alasannya, karena pembuatan sandal itu terbatas.

Ia meminta pembayaran dimuka agar barang tidak dijual ke orang lain. Karena minat yang tinggi, para pembeli pun menyanggupinya. Hingga sekarang, para pelanggan RSG selalu meningkat dan up to date terhadap produk baru hasil kreatif yang diproduksi oleh sang pengusaha sandal di Bandung ini.

Saat merintis usahanya di Bandung, Bunda Neuneu belum dibantu suaminya. Tapi ketika satu waktu, ia dapat order pembuatan sandal yang cukup banyak. Saat itu karyawan yang biasa mengerjakan sandal berhalangan atau tidak bisa bekerja karena suatu sebab. Alhasil, sang suami pun ia ajak untuk membantu menyelesaikan orderan tersebut. Setelah order sandal yang cukup banyak itu dapat dipenuhi, sang suami pun bergabung membesarkan usaha RSG. Tdak sedikit ide kreatif dari suami sang pengusaha yang
diimplementasikan dalam produk sandal.

“Kunci dari kesuksesan yang kami dapatkan dalam membesarkan usaha dimulai dengan langkah kreatif, solid dan silaturahmi,” jelas Bunda Neu neu, sang pengusaha sandal.

Dalam kondisi sesulit apapun, pemilik Rumah Sandal Geulis ini selalu mendapatkan jalan keluarnya. Jejaring yang dimiliki kerap membantu penjualan produk yang dibuat. Bahkan, karena hasil kreatif kreativitas karya Rumah Sandal Geulis, pembeli dari luar Indonesia pun banyak yang berminat.  

“Dulu, tidak pernah terpikir akan dapat order dari luar negeri untuk pembuatan desain sandal. Tetapi seiring dengan seringnya mengikuti pameran dan silaturahmi, kami pun mendapat kerja sama yang menguntungkan,” papar Bunda Neuneu.

Kini Rumah Sandal Geulis sudah berjalan 6 tahunan. Perjalanan bisnis sandal ini cukup unik. Ketika orang lain tidak melirik untuk membuat produk sandal, RSG malah berfokus di usaha tersebut.

“Perbedaan kualitas dan kreatif membuat produk RSG banyak diminati. Seiring dengan produk sandal tersebut, permintaan pelanggan pun beragam. Ada yang meminta produk sepatu, asesoris, kerudung, dan lainnya,” paparnya.

Enneu-Herliani-3.jpgKreatif menjadi kunci keberhasilan Neuneu pengusaha sandal di Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Rumah Sandal Geulis tetap konsisten menghasilkan produk sandal yang kreatif dan berkualitas. Ada 6 varian tipe produk yang dinamai selalu dengan istilah Sunda. Di antaranya, ada nama produk Si Geulis, Gareulis, Nu Geulis, Gumeulis. Walau terkesan kedaerahan, produk Rumah Sendal Geulis ternyata diminati pembeli kelas menengah atas.

“Ini terbukti dari pembelian para pelanggan, harga kalung yang senilai Rp250 ribu saja laris dibeli,” tutur sang pengusaha sandal.

Seiring dengan permintaan produk, Rumah Sandal Geulis pun membuat anak usaha yang lain yang bernama Bumi Tirta yang berfokus pada produk dengan desain lukisan. 

Berkat kegigihannya, tak jarang Rumah Sandal Geulis mendapat dukungan dari kementerian, baik Kementrian perdagangan, BUMN, perbankan nasional, daerah atau lainnya. Ya, berusaha kreatif menjadi salah satu kunci penting dalam memulai bisnis, seperti yang dilakukan pengusaha sandal di Bandung ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES