Ekonomi

Pacu Profesionalisme UMKM di Bandung, APJI DPD Jabar Gandeng UNJANI 

Rabu, 05 Oktober 2022 - 10:02 | 25.45k
Ketua APJI DPD Jabar Ir. H. Aep Hendar Cahyad pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI). (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Ketua APJI DPD Jabar Ir. H. Aep Hendar Cahyad pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI). (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Para pelaku UMKM perlu mendapatkan pembinaan dan pelatihan agar usahanya tumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk mencapai hal itu, diperlukan kerja sama atau kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan akademisi dari perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) DPD Jawa Barat, Ir. H. Aep Hendar Cahyad pada acara penandatanganan  MoU antara Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dengan APJI DPD Jawa Barat di Fakultas Kedokteran UNJANI, Cimahi, Rabu (5/10/2022).

Advertisement

Dalam sambutannya, Ketua APJI DPD Jabar menjelaskan bahwa APJI Jabar merupakan wadah tempat berkumpul para pengusaha di bidang industri jasa boga.

Adapun kegiatan APJI Jabar di antaranya melakukan pembinaan terhadap para anggotanya agar terus tumbuh dan berkembang bersama. "Tujuan pembentukkan APJI adalah agar usaha para anggotanya semakin maju," paparnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, APJI Jabar melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan para tenaga ahli dan akademisi dari perguruan tinggi.

Para akademisi tersebut menjadi narasumber dalam berbagai program pelatihan yang diselenggarakan APJI untuk para anggotanya. 

Menurutnya, pihak perguruan tinggi salah satunya memiliki misi pengabdian masyarakat. Dalam kaitannya dengan pelaku usaha, perguruan tinggi juga berperan dalam membantu dan mendorong pelaku UMKM agar tumbuh dan berkembang.

"Alhamdulilah, pada hari ini kami melakukan kesepakatan kerja sama dalam ruang lingkup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bentuk pengabdian masyarakat untuk para anggota APJI Jabar. Sehingga, SDM dalam hal ini para pelaku UMKM menjadi semakin professional," ujarnya.

"Adanya pelatihan dan pembinaan dari narasumber akademisi memberikan pengetahuan akan faktor kebersihan, kesehatan dan juga penting diperhatikan kehalalan produk yang dipasarkan," jelas Aep. 

Adapun program kerja sama yang akan dilaksanakan merupakan hasil rancangan antara pihak FK UNJANI dan APJI Jabar untuk seluruh anggota APJI Jabar khususnya yang berlokasi di wilayah kampus UNJANI, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung.

"Ini merupakan kontribusi dari pihak akademisi sehingga para anggota pelaku usaha mendapatkan wawasan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja dalam kegiatan usahanya," paparnya. 

Menurutnya, para pelaku UMKM masih membutuhkan pembekalan, pengarahan, edukasi dan informasi terkait kesehatan dalam kegiatan usaha.

"Kami masih memiliki banyak kekurangan, khususnya dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga membutuhkan pembinaan secara khusus dan harus kita pelajari untuk meningkatkan perkembangan usaha kita," jelasnya.

APJI-DPD-Jabar-2.jpgPara peserta acara MOU antara UNJANI dan APJI DPD Jabar. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Dirinya berpesan kepda seluruh pelaku UMKM untuk selalu menjaga marwah  sebagai anggota APJI Jabar dalam proses kerja sama dan pelatihan tersebut.

"Saya berharap, semua anggota pelaku UMKM dapat memanfaatkan pengetahuan ini karena sangat penting dan krusial untuk masa depan usaha kita," tegasnya.

Mewakili APJI Jabar, ia mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk para akademisi dari kalangan dokter atau tenaga medis yang memberikan edukasi bagi para pelaku UMKM.

"Sehingga kami menjadi luar biasa, semoga apa yang kita lakukan pada hari ini dan seterusnya menjadi manfaat bagi semua di masa depan. Semoga kerja sama ini berlangsung sesuai harapan kita semua," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UNJANI, Dr. dr. Sutrisno, SH, MARS, MH, Kes, FISQua, mengatakan bahwa dunia Pendidikan membutuhkan pihak lain dalam upaya pengabdian masyarakat. Baik itu instansi atau unsur pemerintah, maupun swasta.

Dalam hal ini, pihak APJI Jabar dan UNJANI berkomitmen untuk menandatangani MOU dengan tujuan pengembangan pelaku UMKM. 

Salah satu hal penting yang diperhatikan oleh para pelaku UMKM adalah dari faktor kesehatan. Bahkan, produk makanan yang dijual, tidak hanya harus dipastikan rasanya enak dan harganya murah. Akan tetapi, perlu juga diperhatikan mengenai kebersihan dan unsur gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Bahkan, pastikan juga memiliki sertifikat halal.

"Bagaimana usaha tata boga selain disenangi oleh konsumen produknya, tapi pastikan juga unsur kesehatan dan gizinya sehingga memberi manfaat. Syukur-syukur produknya sudah terjamin halal," jelasnya.  

Dirinya menceritakan saat berada di luar negeri dimana mayoritas makanan non halal. "Pengalaman saya waktu di Australia,ternyata banyak yang mengandung unsur non halal. Sehingga, kami tak bisa mengonsumsinya," jelasnya.

Karena itu, unsur kehalalan juga penting diperhatikan. Selain, unsur kesehatan, kebersihan dan gizi yang terkandung di dalam produk yang dijual. Maka pengetahuan tentang makanan yang sehat juga halal itu penting.

"Bagaimana supaya konsumen tak hanya mendapatkan makanan yang enak rasanya, harganya terjangkau, tapi juga menyehatkan dan halal. Dengan pelatihan bagi para pelaku usaha UMKM ini diharapkan banyak program-program yang bisa dilakukan sehingga pengetahuan pelaku usaha semakin meningkat," ucapnya.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES