Ekonomi

Jadi Penghasil Tembakau Terbesar Keempat di Jatim, Pabrik Rokok Lokal di Probolinggo Rontok, Ini Penyebabnya

Senin, 07 November 2022 - 20:52 | 26.47k
Jadi Penghasil Tembakau Terbesar Keempat di Jatim, Pabrik Rokok Lokal di Probolinggo Rontok, Ini Penyebabnya
Tembakau Kabupaten Probolinggo ada yang dipasok ke pabrik rokok besar, dan sebagian lagi ke industri rokok rumahan. (Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ketua Gabungan Pengusaha Rokok atau Gapero Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ismail Marzuki mengungkapkan, banyak pabrik rokok lokal di Probolinggo rontok gara-gara kebijakan cukai hasil tembakau.

Ia menyebut, pada periode 2011 hingga 2016, terdapat 140 pabrik rokok di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Gapero. Namun satu-persatu pabrik tersebut rontok. Dan kini, hanya tersisa lima pabrik rokok yang terbung dalam asosiasi yang ia pimpin.

Menurut Ismail, salah satu faktor yang membuat pabrik rokok lokal berguguran adalah kebijakan cukai hasil tembakau. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, cukai selalu naik. Tahun 2020 lalu cukai naik 23 persen. Tahun 2021 naik 12,5 persen, dan pada tahun 2022 naik 12 persen.

Dan pada 2023 dan 2024, pemerintah kembali menaikkan cukai hasil tembakau sebesar 10 persen. 

Sebagai Ketua Gapero, pihaknya berharap tarif cukai untuk pabrik rokok kecil atau industri rokok rumahan dibedakan dengan tarif cukai untuk pabrik rokok besar. “Tidak dipukul rata,” kata pria yang juga Kepala Desa Krampilan, Kecamatan Besuk ini kepada TIMES Indonesia, Minggu (6/11/2022).

“Home industry agar dipisah. Kretek tangan dan mesin, filter tangan dan mesin,” kata pemilik rokok Sampores ini.

Tembakau-Kabupaten-Probolinggo-b.jpgNaiknya cukai hasil tembakau berdampak banyaknya industri rokok rumahan yang gulung tikar. (Dok TIMES Indonesia)

Selama ini, ungkap Ismail, pabrik rokok lokal hanya menampung tembakau petani yang tak laku dijual ke gudang pabrikan rokok besar. “(tembakau, Red) yang tak diambil gudang, diambil home industry,” ujarnya.

Pada tahap ini saja, pabrik rokok lokal atau industri rokok rumahan sulit bersaing dengan pabrik rokok besar. Apalagi ditambah dengan munculnya kebijakan pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau sebesar 10 persen pada 2023 dan 2024.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Probolinggo, Nangkok P. Pasaribu mengatakan, tarif cukai untuk pabrik rokok kecil selama ini berbeda. Sesuai regulasi, katanya, ada golongan pengusaha pabrik hasil tembakau.

“Jelas berbeda, jenis dan golongannya,” katanya.

Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan RI tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris, ada 9 jenis pengusaha rokok. Ada Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Putih Tangan, Sigaret Kretek Tangan Filter atau Sigaret Putih Tangam Filter.

Kemudian ada Sigaret Kelembek Kemenyan (KLM), tembakau iris atau TIS, rokok daun atau klobot (KLB), dan cerutu.   

Penghasil Tembakau Terbanyak Keempat di Jatim

Berdasarkan Analisis Data Tembakau Jawa Timur 2018 yang dirilis BPS Jatim, Kabupaten Probolinggo merupakan penghasil tembakau terbanyak nomor empat di Jatim. Produksi tembakau Probolinggo tercatat sebanyak 10.042 ton.

Di atas Kabupaten Probolinggo, ada Kabupaten Sumenep dengan produksi 13.135 ton. Kemudian Kabupaten Jember dengan produksi 13.391 ton. Adapun penghasil tembakau tertinggi adalah Kabupaten Pamekasan dengan produksi 27.508 ton.

Sumber BPS juga menyebutkan, pada tahun 2019, jumlah produksi tembakau di Kabupaten Probolinggo berada di angka 16.215 ton. Lalu pada 2020, produksi tembakau naik signifikan di angka 20.045 ton. Namun pada 2021, jumlah hasil tembakau kembali turun menjadi 12.404 ton.

Lalu, bagaimana dengan prediksi realisasi produksi tembakau Kabupaten Probolinggo di tahun 2022 ini? Prediksinya semakin turun!

Prediksi tersebut didasarkan pada target produk yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, melalui Dinas Pertanian atau Disperta setempat yakni 11.640 ton. 

Meski menjadi penghasil rokok terbesar nomor empat di Jatim, pabrik rokok lokal di daerah dengan 1,15 juta penduduk ini berguguran. Kini, hanya ada lima pabrik rokok yang tergabung dalam Gapero Kabupaten Probolinggo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES