Ekonomi

Bank Jatim Tingkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Berstandar Internasional Melalui ISO 27001

Selasa, 15 November 2022 - 20:46 | 16.70k
Bank Jatim Tingkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Berstandar Internasional Melalui ISO 27001
Dirut Bank Jatim Busrul Iman menerima Sertifikat ISO 27001:2013 dari Mayor Jenderal TNI (Mar) Markos, selalu Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Selasa (15/11/2022).(Dok.Humas Bank Jatim)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. atau Bank Jatim berhasil mendapatkan Sertifikasi ISO 27001:2013.

Hadirnya standar internasional keamanan tersebut dapat membantu Bank Jatim membangun dan menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang menyeluruh dari aspek kebijakan dan tata kelola, SDM, teknologi, serta peran aktif manajemen. Hal tersebut menunjukkan komitmen Bank Jatim yang terus meningkatkan kualitas keamanan informasi.

Bertempat di ruang Bromo Lantai 5, Kantor Pusat Bank Jatim, seremonial penyerahan ISO 27001:2013 dihadiri oleh Busrul Iman (Direktur Utama Bank Jatim), Tonny Prasetyo (Direktur Teknologi Informasi & Operasi Bank Jatim), Badan Siber dan Sandi Negara, Puslabfor Bareskrim POLRI, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Jawa Timur, serta Lembaga Sertifikasi (Bureau Veritas Indonesia).

Dalam sambutannya, Busrul Iman menyampaikan bahwa saat ini sistem manajemen keamanan dan informasi merupakan suatu kebutuhan dan tuntutan bagi seluruh instansi, terutama perbankan seperti kami yang sangat erat kaitannya dengan kepercayaan. 

"Good Corporate Governance menjadi sesuatu yang harus diutamakan didalam tata kelola perbankan pada umumnya," terang Busrul, Selasa (15/11/2022). 

"Terima kasih kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas kepercayaannya kepada kami untuk pelaksanaan operasional dalam sisi keamanan siber, dengan adanya Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) dari BSSN, tentunya menjadikan Bank Jatim sedini mungkin untuk bisa langsung merespon dengan cepat & tepat apabila sistem keamanan kita terkena insiden," ucap Busrul menambahkan. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga sertifikasi dalam hal ini Bureau Veritas Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia dan OJK selaku regulator serta pihak-pihak terkait yang telah bekerja keras memberikan support dalam hal pencapaian ISO 27001.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus berkomitmen meningkatkan keamanan informasi sesuai dengan standar yang ada. ISO 27001 merupakan standar internasional yang akan menjadi tonggak Bank Jatim untuk terus bergerak menuju standar internasional yang lain.

"Kita harus menjaga konsistensi ini, karena kunci dari sebuah sistem adalah konsistensi,  kemudian monitoring secara berkala khususnya dalam sistem keamanan siber," jelas Busrul.

Busrul berharap dengan adanya acara ini, dapat saling mendorong dan menguatkan satu sama lain dalam hal sistem keamanan informasi, meningkatkan kepercayaan nasabah dan stakeholder, meningkatkan reputasi dan brand image JConnect serta meningkatkan daya saing terhadap kompetitor yang ada.

BANKJATIM.jpg

Dalam kesempatan tersebut, Mayor Jenderal TNI (Mar) Markos, S.E. Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN menyampaikan bahwa saat ini layanan berbasis internet dan digital menjadi primadona di tengah masyarakat.

"Namun perlu kita sadari bahwa semakin tinggi tingkat kemanfaatan teknologi akan berbanding lurus dengan tingkat risiko dan ancaman keamanannya," jelas Markos.

Salah satu langkah konkrit keamanan siber nasional adalah melalui kesiap siagaan pengelolaan insiden siber dengan membentuk tim TTIS/CSIRT yang merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, menanggapi laporan dan aktifitas insiden siber yang terjadi. 

Sebagai bank yang sudah melayani masyarakat sejak puluhan tahun silam, Bank Jatim menunjukkan keseriusannya dalam upaya untuk menjaga keamanan data para nasabah dengan membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT), langkah ini sejalan dengan peraturan presiden nomor 82 tahun 2022 tentang Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital, jelas Markos.

Pada kempatan kali ini BSSN akan menyerahkan secara resmi surat tanda registrasi CSIRT Bank Jatim. Penyerahan ini adalah awal dari pengelolaan insiden siber, selanjutnya kompentasi SDM CSIRT Bank Jatim perlu ditingkatkan melalui program-program pelatihan serta paling penting adalah simulasi dalam penanganan insiden siber. 

"Kami mengucapkan selamat atas terdaftarnya tim CSIRT Bank Jatim, diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan siber dengan terus meningkatkan kapabilitas, kematangan Tim Tanggap Siber yang sudah terbentuk, kami juga berharap pembentukan CSIRT Bank Jatim dapat mendorong instansi lain untuk membentuk CSIRT karena keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama," tutup Markos.

Untuk mendapatkan verifikasi Cyber Security Maturity (CSM) Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdapat beberapa proses yang dilalui. Dari proses tersebut, Bank Jatim mendapatkan hasil Verifikasi CSM dengan angka diatas level rata rata di hampir semua indikator.

Dari hasil tersebut, beberapa indikator seperti Tata Kelola berhasil mendapatkan nilai 4,45 atau di atas level rata-rata sebesar 3,93. Sedangkan untuk indikator identifikasi, Bank Jatim berhasil meraih angka 4,72 atau di atas level rata-rata sebesar 3,99. 

Secara deteksi, Bank Jatim juga berhasil mendapatkan nilai di atas rata rata yaitu sebesar 4,64 atau di atas level rata-rata yaitu sebesar 3,61. Secara respon, Bank Jatim berhasil mendapat nilai 4,64 atau di atas level rata rata yaitu sebear 4,04. 

Hanya satu nilai dibawah rata-rata yaitu indikator proteksi yang mendapat nilai 3,77 atau dibawah rata rata yaitu 3,87.  Dari hasil tersebut, secara keseluruhan Bank Jatim berhasil mendapatkan Nilai Kematangan CSM sebesar 4,44 atau diatas level rata-rata Nilai Kematangan CSM sebesar 3,89. 

Pada kesempatan yang sama, sertifikasi ISO 27001 yang telah diserahkan oleh Bureau Veritas Indonesia kepada Bank Jatim tentunya membawa banyak sekali impact positif. 

Hadirnya sertifikasi ISO 27001 membuat kemanan data dan transaksi nasabah pengguna JConnect semakin terlindungi, terutama pada aspek confidentiality, integrity dan availability. Layanan JConnect juga telah mematuhi regulasi, seperti PBI, POJK, Peraturan BSSN, karena regulasi tersebut mengharuskan Bank Jatim dan layanan JConnect menjaga data dan transaksi nasabah, serta menerapkan cyber security yang memadai dengan bukti sertifikasi keamanan internasional.

Selain itu, dengan adanya ISO 27001, risiko-risiko yang mengancam keamanan JConnect dapat di mitigasi secara efektif, meningkatkan kepercayaan nasabah dan mitra pengguna layanan JConnect, serta Menjaga keberlangsungan layanan JConnect dan bisnis Bank Jatim.

Dalam proses meraih Sertifikasi ISO 27001, Bank Jatim mengawali dengan menetapkan ruang lingkup JConnect sebagai produk unggulan digital Bank Jatim yang harus dilindungi keamanannya, kemudian Bank Jatim melakukan gap analysis untuk mendapatkan gambaran kondisi keamanan JConnect saat ini di Bank Jatim.

Mengidentifikasi kekurangan yang ada sesuai ketentuan ISO 27001 pada aspek People, Process dan Technology. Melakukan pemenuhan gap integrasi dalam day-to-day operasional dan melakukan evaluasi. Tahap selanjutnya melakukan audit sertifikasi dengan Bureau Veritas (BV) yang sudah terakreditasi KAN sesuai persyaratan regulator. 

Guna meningkatkan layanan transaksi keuangan, Bank Jatim telah menyematkan fasilitas BI-FAST pada fitur JConnect Mobile bankjatim. Melalui BI-FAST, sobat Bank Jatim dapat menikmati biaya transfer yang lebih murah, yaitu sebesar Rp. 2.500,- dengan limit transaksi maksimal Rp. 250.000.000,- per transaksi. 

Penggunaan BI-FAST saat ini dapat dilakukan melalui JConnect Mobile Bank Jatim dengan aman karena telah dilengkapi fitur fraud detection dan AML/CFT. Sehingga nasabah tidak perlu was-was dalam penggunaannya. Fitur JConnect Mobile Bank Jatim juga menawarkan berbagai kemudahan transaksi keuangan, mulai dari pembelian pulsa, pengisian OVO atau Gopay, pembayaran iuran BPJS Kesehatan, pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, pembayaran pajak bumi bangunan & kendaraan bermotor, pembelian tiket pesawat & kereta serta banyak lagi yang lainnya.

Adapun sampai Triwulan III 2022, pengguna aplikasi JConnect Mobile Bank Jatim tumbuh 23,2%(YoY), atau mencapai 477.701 pengguna dengan jumlah nominal transaksi yang tumbuh 30,5% (YoY), atau mencapai Rp 2,28 triliun, serta volume transaksi yang tumbuh 26,3% (YoY) atau mencapai 1,91 juta transaksi.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES