Ekonomi

Dongkrak Potensi Kopi Jawa, Bank Indonesia Jatim Gelar Java Coffee Culture

Rabu, 23 November 2022 - 21:19 | 16.11k
Dongkrak Potensi Kopi Jawa, Bank Indonesia Jatim Gelar Java Coffee Culture
Press conference Java Coffee Culture di Double Tree Hilton Surabaya, Rabu (23/11/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya menggelar Java Coffee Culture 2022 di Jalan Tunjungan Surabaya. 

Acara bertema "Beyond a Cup of Coffee" tersebut akan berlangsung selama dua hari mulai 26-27 November 2022 mendatang.

Kepala Kanwil BI Jatim Budi Hanoto mengatakan, ajang ini merupakan upaya mendorong kopi Jawa sebagai komoditas unggulan nasional di tengah pengembangan ekonomi kreatif. 

Pemilihan Jalan Tunjungan sendiri dinilai tepat karena kawasan ini merupakan destinasi wisata dan layak menjadi lokasi perhelatan Java Coffee Culture. 

Budi mengatakan, Pulau Jawa merupakan produsen kopi terbesar di Indonesia. Sehingga ia berharap event tersebut dapat menjadi batu loncatan ke depan agar Surabaya menjadi Indonesian Coffee Culture. 

Lebih lanjut ia mengatakan, kopi adalah salah satu sumber perekonomian baru di tengah tantangan situasi domestik maupun global. Kopi juga merupakan salah satu new source of growth sebagai komoditas penopang pemulihan ekonomi nasional sehingga ekonomi dapat tumbuh secara cepat, inklusif dan berkesinambungan. 

"Kami melihat sektor agriculture dalam hal ini kopi adalah salah satu potensi yang memang sangat penting," kata Budi Hanoto saat press conference di Surabaya, Rabu (23/11/2022). 

Ia menjelaskan, Indonesia sudah masuk peringkat kelima besar produksi kopi setelah Brazil dan Vietnam. 

Data produksi kopi di Jawa pada tahun 2021 lalu mencapai 99.000 ton. Jatim mendominasi produksi tersebut dengan angka mencapai 49.000 ton. Kemudian disusul oleh Jabar (23.000 ton), Jateng (25.000 ton) dan wilayah lain. 

"Jatim lead di dalam ekspor kopi," kata Budi. 

Kinerja ekspor kopi Jawa secara kesehatan juga mengalami pertumbuhan sebesar 29,1 persen pada triwulan III 2022 atau senilai USD 62,5 juta. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya (USD 65,1 juta). Sedangkan pangsa pertumbuhan kopi Jatim 84,9 persen dibandingkan Jawa. 

"Ekspor kopi masih tinggi. Jatim mampu meningkatkan nilai tambah kopi 84,9 persen dibandingkan seluruh Jawa," tambah Budi. 

Oleh karena itu, Java Coffee Culture dinilai menjadi sebuah event penting guna meningkatkan daya saing kopi dan penjualan kopi baik domestik maupun ekspor. 

Kemudian juga diharapkan dapat mendiversifasikan produk olahan kopi dan jasa kopi Jawa serta penguatan linkage komoditas kopi Jawa. 

"Antar daerah jual belinya juga akan kita dorong," tandasnya.

Selain itu, Bank Indonesia Jatim juga melakukan sejumlah perbaikan guna mendorong pertumbuhan kopi Jatim karena masih ada sejumlah tantangan. 

Seperti permodalan bagi para petani kopi terutama skala kecil, memastikan kualitas biji kopi dan memperpendek supply chain kopi yang masih terlalu panjang dan pemasaran biji kopi masih terbatas dan juga akses ekspor. Sehingga event ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan tersebut. 

Lebih lanjut Budi Hanoto menambahkan, Bank Indonesia Jatim terus melakukan strategi pengembangan kopi selayaknya UMKM. Yaitu menggunakan korporatisasi, peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan. 

Maka, dalam ajang Java Coffee Culture nanti, ungkap Budi Hanoto, bahwa transaksi tidak hanya berlangsung selama event di Tunjungan saja. Karena sebenarnya pembinaan bagi pelaku usaha sudah berproses sejak awal tahun lalu melalui business matching. Namun demikian, dalam ajang Java Coffee Culture tersebut Bank Indonesia Jatim juga akan mengundang 14 mitra strategis guna menarik investor. 

"Target kami Rp2 miliar," ujarnya Kepala Kanwil Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto terkait Java Coffee Culture ini.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES