Ekonomi

PT Sirtanio Produsen Beras Organik Banyuwangi Kini Miliki Packing House

Sabtu, 26 November 2022 - 20:48 | 25.09k
Peresmian pabrik baru PT Sirtanio Organik Indonesia di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Ahmad Sahroni/TIMES Indonesia)
Peresmian pabrik baru PT Sirtanio Organik Indonesia di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Ahmad Sahroni/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perusahaan produsen beras organik PT Sirtanio Organik Indonesia, terus mengembangkan usaha sebagai salah satu produsen penyuplai terbesar beras organik. Sebagai penunjang permintaan konsumen yang semakin meminati produk-produk organiknya, PT Sirtanio membuka pabrik baru di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. 

Hadir dalam peresmian Packing House PT Sirtanio, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melalui zoom, Jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pertanian dan Pangan, Komang Sudira Atmadja. Founder PT Sirtanio, Samanhudi. CEO PT Sirtanio, Ahmed Tessario Ekanuramanta, beberapa investor salah satunya dari Karma Group, Aldy Haryopratomo dan petani organik binaan PT Sirtanio Organik Indonesia.

Advertisement

Dalam sambutan pendiri PT Sirtanio Organik Indonesia, Samanhudi mengatakan sebagai penunjang dan pengembangan usaha dalam memproduksi beras organik perlu dilakukan inovasi-inovasi baru, sehingga ketersediaan beras organik terus berkelanjutan. Terlebih, saat ini sudah banyak masyarakat yang mengerti manfaat mengkonsumsi makanan dari bahan organik.

"Kita membuka pabrik baru ini untuk mendukung kelancaran produksi PT Sirtanio Organik Indonesia dalam memproses produk-produk yang dihasilkan dari perusahaan," kata Founder PT Sirtanio, Samanhudi, saat peresmian Packing House, Sabtu (26/11/2022).

 Samanhudi mengatakan, semakin banyak permintaan pasar beras organik produk PT Sirtanio Organik Indonesia diantaranya, beras merah organik, beras putih organik, beras hitam organik dan beras cokelat organik maka diperlukan ketersediaan bahan itu. Dengan membuka pabrik baru yang berkapasitas mencapai 250 ton per bulan, PT Sirtanio Organik Indonesia berkomitmen menjadi industri beras organik pertama di Jawa Timur.

Peresmian-pabrik-baru-PT-Sirtanio-Organik-Indonesia-a.jpgPeresmian pabrik baru PT Sirtanio Organik Indonesia di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Ahmad Sahroni/TIMES Indonesia)

"Pabrik ini berkapasitas 250 ton perbulan, sehingga ketersediaan produk beras organik dari PT Sirtanio Organik Indonesia, tidak perlu di khawatirkan lagi," ungkap Samanhudi.

Perjalanan panjang dan berliku dilewati oleh PT Sirtanio Organik Indonesia, dengan konsistensi dalam memproduksi beras organik, perusahaan yang didirikan tahun 2011 itu, kini telah berubah menjadi industri beras organik dengan sistem yang terintegras. Dengan sistem tersebut, produk PT Sirtanio Organik Indonesia kini telah tersebar di hampir 27 kota besar Indonesia.

"PT Sirtanio Organik Indonesia telah bermitra dengan 2000 petani, dan ada 500 hektar lahan tarsertifikasi organik," jelas Founder PT Sirtanio Organik Indonesia, Samanhudi.

Ditempat yang sama, Sekertaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Komang Sudira Atmadja mengapresiasi apa yang telah dicapai oleh PT Sirtanio Organik Indonesia. Dengan inovasi dan sistem yang diterapkan bisa menghasilkan produk beras organik, terlebih kebermanfaatan untuk petani Banyuwangi.

"Dengan pertanian yang sehat, secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan sistem baru dan inovasi-inovasi baru, pertanian semakin banyak diminati oleh semua kalangan," ungkap Komang. 

Produksi beras organik, lanjut Komang, melewati banyak proses yang menyehatkan. Dehgan pertanian yang sehat, mampu memberikan dampak panjang meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengkonsumsi makanan sehat.

"Pertanian yang semakin maju, akan meningkatkan pendapatan petani sehingga membuat petani semakin sejahtera," jelasnya.

Sementara itu, CEO PT Sirtanio Organik Indonesia, Ahmed Tessario Ekanuramanta mengatakan untuk menghasilkan produk beras organik tidak luput dari para petani yang mau berubah menjadi petani organik. Upaya mengkonversi lahan nonorganik menjadi tantangan sendiri, yang harus dihadapi. Kesadaran petani untuk mengubah konsep pertanian konvensional menjadi pertanian organik menjadi kunci keberhasilan PT Sirtanio Organik Indonesia menembus pasar beras organik. 

Peresmian-pabrik-baru-PT-Sirtanio-Organik-Indonesia-b.jpgPeresmian pabrik baru PT Sirtanio Organik Indonesia di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Ahmad Sahroni/TIMES Indonesia)

"PT Sirtanio Organik yang sebagai perusahaan sosial yang memproduksi beras ordengan sistem terintegras," kata Tessario, sapaan akrab Ahmed Tessario Ekanuramanta.

Produk beras organik PT Sirtanio Organik Indonesia, tambah Tessario, diantaranya beras merah organik yang menjadi produk andalan. Selain itu ada, beras hitam organik, beras putih organik dan beras coklat organik. Semua produk telah mengantongi sertifikasi dari lembaga terakreditasi termasuk sertifikat internasional. 

"Beras organik yang kami hasilkan memiliki banyak khasiat dan memiliki aroma wangi, pulen. Untuk harganya pun lebih murah dari yang lain, mulai dari Rp23.000 hingga Rp50.000," jelasnya.

PT Sirtanio Organik Indonesia tidak hanya memproduksi beras-beras organik, saat ini perusahaan yang berdiri pada tahun 2011 tersebut, juga mengembangkan minyak goreng dan susu dari bahan beras organik.

Dengan dibuka pabrik baru PT Sirtanio Organik Indonesia akan meningkatkan produksi yang sebelumnya 100 ton perbulan, menjadi 250 ton perbulan. Mangsa pasar yang tersebar di hampir 27 kota besar dan pasar ekspor menjadi target utama perusahaan yang memproduksi beras organik. Bahkan, produk beras organik PT Sirtanio Organik Indonesia bisa ditemukan di sekitar 1.800 supermarket dan juga dijual secara offline melalui distributor dan reseller serta dijual secara online. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES