Ekonomi

Raih Ratusan Juta Rupiah 'Hanya' Jualan Via WhatsApp? Bisa Kok

Selasa, 29 November 2022 - 14:11 | 20.79k
Fajar Azhar Nugraha, mentor Master of Sales (Foto : Djarot/TIMES Indonesia)
Fajar Azhar Nugraha, mentor Master of Sales (Foto : Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Kecanggihan teknologi terus berkembang pesat. Berbagai aplikasi di dalam gadget juga bermunculan. Sebuah riset menyebutkan bahwa aplikasi pada android yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah WhatsApp (WA) dan Facebook.

Digital marketing saat ini seolah sudah menjadi bagian yang bisa menjadi alat untuk memasarkan produk di pasaran secara online. Dalam hal ini, digital marketing salah satunya menggunakan aplikasi chatting WhatsApp agar para pelaku bisnis dalam memasarkan produknya.

Advertisement

Tak sedikit yang berhasil mendapatkan income jutaan bahkan ratusan juta rupiah dengan menggunakan aplikasi tersebut yang notabene banyak digunakan secara umum oleh masyarakat Indonesia.

"Jika mampu menjalankan teknik WhatsAapp secara rutin dan konsisten selam 6 bulan, maka kelak hasilnya akan terlihat dan berkelanjutan," ujar Fajar Azhar Nugraha,seorang Mentor WhatsApp Marketing.

Dirinya mengaku bisa mendapatkan ratusan juta per bulan karena konsisten menjalankan Teknik via WA tersebut.

pelatihan-sales.jpgFajar memberikan arahan perihal teknik jualan dengan whatsapp (Foto : Djarot/TIMES Indonesia)

"Memang bagi pemula yang menjalankan teknik ini setiap harinya, konsekuensi, pusing, mata merah, kurang tidur, pegel-pegel jempol karena harus menjawab respons dari WA, badan sampai demam itu hanya di awal-awal saja. Tapi, selanjutnya sudah terbiasa, kondisi tersebut tidak terjadi lagi," jelas Azhar.

Bagi Azhar, prinsip penerapan teknik jualan via WA ini, lebih baik di awal memulai merasa capek sekali. Namun, selanjutnya akan lebih santai.

"Jadi daripada sehari misalnya menjadwalkan waktu 8 jam, tapi suksesnya lama, lebih bagus, ibaratnya kita menyediakan sampai 22 jam gitu, istirahatnya cuma buat shalat, makan, gitu doang," ulas Azhar.

Paling tidak, lanjutnya, waktu yang diperlukan hanya 6 bulan atau maksimal 1 tahun. tapi setelah itu hasilnya memuaskan. "Selanjutnya akan lebih santai lagi," tutur Azhar ketika ditanya berapa waktu ideal untuk bisa cepat menuai sukses penjualan via chatting WA ini.

Dirinya mengakui, setelah menjalankan teknik penjualan melalui WA ini selanjutnya pada bulan kedua sudah kelihatan hasilnya. "Yang penting, tekun dan harus punya mimpi apa yang mau kita gapai melalui penguasaan teknik penjualan ini," papar Azhar.

Berkaitan dengan pola 'istirahat' yang Azhar lakukan selama menekuni teknik jualan via WA tersebut, ia menjelaskan bahwa ketika kita memiliki sesuatu yang ingin dicapai, waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

pelatihan-sales-2.jpgBerfoto bersama peserta MOS. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

"Untuk istirahat malah saya jalani karena kelelahan saja, kalau sudah punya cita-cita, saya malah sulit tidur kalau belum cita-cita tercapai," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, usaha yang dijalani menuai sukses, salah satunya ketika diminta menjadi mentor mengajari tim kerjanya selebritis nasional yang sedang tajir saat ini.

"Untuk fee yang saya dapatkan bila mengajar tim yang jelas-jelas memang berkutat di bisnis dan untuk mendapatkan konsumen, saya biasa dibayar puluhan juta," ujar Azhar menjelaskan.

Ia merasa bersyukur, ketekunan selama ini, membuahkan hasil juga. "Saya sudah membuktikan ya, bisa mencapai penjualan ratusan juta dengan teknik ini, jadi kalau ga punya 'modal' , cukup tekuni saja teknik ini biar bisa berhasil," jelas Azhar.

"Tapi juga, kalau modal punya dan berlebih, tak ada salahnya juga memainkan iklan di social media, seperti iklan instagram, youtube, dan lainnya," papar Azhar.

Banyak sebenarnya pilihan yang bisa kita jalani kalau lebih banyak modal. "Tetapi kalau modalnya terbatas, nah itu kan tak banyak pilihan, mau gak mau, ya teknik chatting jualan via WhatsApp bisa jadi solusi," papar Azhar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES