Ekonomi

Rantai Distribusi Panjang Penyebab Harga Bahan Pangan di DIY Tinggi

Kamis, 15 Desember 2022 - 20:33 | 39.32k
Pemkab Sleman saat menggelar pasar murah. (FOTO: Pemkab Sleman)
Pemkab Sleman saat menggelar pasar murah. (FOTO: Pemkab Sleman)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Para pedagang di Kabupaten Sleman diharapkan mengambil atau kulakan kebutuhan pokok lokal bukan dari luar DIY. Hal itu untuk memutus mata rantai distribusi, sehingga didapat harga bahan pangan yang lebih murah.

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Heru Saptono, mengungkapkan dari pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman bersama TPID DIY diketahui banyak bahan pangan yang didatangkan dari luar DIY.

Advertisement

"Panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu penyebab harga kebutuhan pokok mahal. Hal ini kami ketahui setelah melakukan pemantauan di beberapa pasar tradisional dan modern yang ada di Sleman. Kami mendapat komoditas beras yang berasal dari luar DIY dan Sleman. Artinya rantai distribusi menjadi lebih panjang. Ini menjadi sebab harga kebutuhan pokok menjadi tinggi," jelasnya, Kamis (15/12/2022).

Heru mengimbau pedagang di Sleman untuk memaksimalkan bahan pangan yang berasal dari lokal DIY.

"Misalnya telur yang sudah didatangkan dari lokal, sehingga pengeluaran distribusi bisa diminimalisir. Hal ini salah satu cara untuk memotong rantai distribusi yang panjang sehingga begitu sampai di masyarakat harganya tidak terlalu tinggi," harapnya. 

Dengan mengambil produk lokal,  juga akan berdampak positif bagi pengusaha lokal. Mereka akan tumbuh dan berkembang. Dampak lebih jauh lagi ekonomi DIY akan tumbuh.

"Pertumbuhan ekonomi yang ada di lokal akan berkembang. Sehingga ketika ada inflasi namun diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, itu akan tidak begitu terasa inflasinya," lanjutnya.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda DIY, Yuna Pancawati mengatakan pemantauan harga ini dilakukan karena menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan hasil pantauan, secara garis besar stok aman sampai Nataru.

"Secara garis besar, komoditi tersedia sampai Nataru, jadi masyarakat jangan terlalu panik, karena ketersediaan bahan baku sudah tercukupi," ungkapnya.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun ada juga yang turun. Dari pemantauan yang dilakukan pihaknya, harga bahan pangan pokok masih terpantau stabil.

Sebelumnya, guna mengendalikan laju inflasi daerah, Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta melakukan kerja sama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan publik layanan publik dan mengusahakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kerja sama tersebut direalisaikan dalam penandatanganan MoU oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi bertempat di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (14/12/2022).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengungkapkan kerja sama dengan Pemkot Yogyakarta ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan publik layanan publik dan mengusahakan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

"Kesepakatan bersama ini merupakan sinergi Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Sleman untuk terus menerus meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya. 

Kustini menyebut, kerja sama dua daerah ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian teknis dalam pelaksanaannya, khususnya yang terkait dengan pengendalian inflasi daerah, baik itu bagi Kabupaten Sleman maupun Kota Yogyakarta.

Kustini mengatakan, salah satu yang diupayakan dalam kerja sama ini yaitu pengendalian inflasi daerah. Terlebih lagi pada saat ini Kabupaten Sleman memiliki surplus beberapa komoditas pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman. Namun masih kekurangan untuk kebutuhan lainnya sehingga membuka peluang adanya barter komoditas antara Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES