Ekonomi

Disperindag DIY Gunakan Kucuran Danais untuk Tingkatkan IKM

Rabu, 04 Januari 2023 - 18:54 | 24.57k
Dana Keistimewaan yang dikucurkan pemerintah pusat meningkatkan industri kecil menengah di wilayah DIY. (Foto: Logo Danais DIY)
Dana Keistimewaan yang dikucurkan pemerintah pusat meningkatkan industri kecil menengah di wilayah DIY. (Foto: Logo Danais DIY)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sejak tahun 2013, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mendapatkan Danais (Dana Keistimewaan). Dana tersebut kemudian digunakan Disperindag DIY guna melaksanakan fungsinya sebagai pembina pelaku usaha sektor industri dan perdagangan. Khususnya, pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) DIY yang aktivitasnya lekat dengan budaya DIY.

Peningkatan produksi IKM produk khas Yogyakarta dilakukan dengan penyelenggara kegiatan peningkatan SDM IKM melalui pelatihan dan pendampingan serta peningkatan pemanfaatan teknologi.

Advertisement

Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan pihaknya telah menggelar berbagai kegiatan pelatihan, di antaranya Pelatihan Produksi IKM Pangan, Pelatihan Produksi IKM Sandang, Pelatihan IKM Biofarma, Pelatihan IKM Kriya, Pelatihan IKM Mebel dan lain-lain.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha khususnya produk khas DIY,” jelas Syam, Rabu (4/1/2023).

Disperindag DIY bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan pelatihan tersebut. Di antaranya akademisi dan praktisi sebagai instruktur. Pelaku usaha IKM tidak hanya mendapatkan ilmu dari perspektif ilmuwan saja namun mendapatkan keterampilan dari para praktisi yang telah berhasil menggeluti usaha yang relevan dengan materi pelatihan.

Syam menyatakan pelatihan dengan melibatkan instruktur dari kalangan praktisi tersebut acap kali berdampak ganda. Pascapelatihan apabila peserta menghadapi kendala dapat konsultasi kepada instruktur guna mendapatkan solusi ataupun arahan. Selain itu, pihaknya melaksanakan pendampingan melibatkan tenaga ahli selama 3 bulan.

“Sudah banyak pelaku IKM DIY yang memproduksi berbagai komoditi telah mengikuti kegiatan tersebut. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat berdampak pada berkembangnya IKM produk khas Yogyakarta. Yang pada akhirnya dapat berdampak pula pada peningkatan kesejahteraan pelakunya,” ungkap Kepala Disperindag DIY, Syam.

IKM DIY mendominasi sektor industri pengolahan dan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di DIY. Namun sayangnya IKM DIY harus menghadapi beberapa tantangan seperti semakin ketatnya persaingan di era perdagangan bebas saat ini. Untuk itu IKM DIY harus selalu meningkatkan daya saing untuk menjawab tantangan tersebut.

“Peningkatan kualitas dan kuantitas produk serta kemampuan memasarkan merupakan bagian dari faktor penentu daya saing IKM. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam meningkatkan daya saing IKM yang salah satunya memanfaatkan Danais,” papar Kepala Disperindag DIY, Syam.

Sementara itu, peningkatan pemasaran dilakukan dengan fasilitasi keikutsertaan pada event pameran berskala lokal, nasional hingga internasional.

“Melalui berbagai pembinaan baik dari sisi produksi maupun pemasaran diharapkan pelaku Industri Kecil Menengah produk khas DIY dapat lebih berkembang dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” imbuh Kepala Disperindag DIY, Syam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES