Ekonomi

Kisah Sukses Chef di Bandung Hasilkan Cuan dari Jelly Art

Rabu, 18 Januari 2023 - 06:08 | 35.44k
Chef Bunga Safari pengajar Jelly Art yang juga merupakan anggota Indonesian Chef Association Bandung (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Chef Bunga Safari pengajar Jelly Art yang juga merupakan anggota Indonesian Chef Association Bandung (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Siapa sangka Jelly Art bisa hasilkan cuan tanpa berlelah dan tidak semua orang paham bagaimana caranya. Chef di Bandung ini pun membagi kisahnya.

Walau sudah lama hadir di Bandung, agar-agar kreativitas dengan nama Jelly Art ini tetap saja memberikan daya tarik sendiri bagi yang menyaksikan hasilnya.

Advertisement

Agar-agar olahan ini jadi indah dan menarik, prosesnya pun tak sulit. Kuncinya ada pada kemauan dan tekun mempraktekan ilmu cara membuat Jelly Art ini.

Dalam pelatihan pada Selasa (17/1/2023) di Great People Center, Kota Bandung, Chef Bunga Safari yang selama ini dikenal sebagai pengajar berpengalalam di bidang kuliner, menyatakan jika peserta yang ikut pelatihan ada sekitar 25 peserta.

"Walau baru dua jam mendapat materi dan keilmuan ini, mereka sudah mampu membuat Jelly Art seperti yang dicontohkan," ujar chef yang juga tergabung pada Indonesian Chef Association (ICA) ini.

Chef-BUnga-Safari-b.jpgProduk Jelly Art yang telah selesai dibuat dalam pelatihan   (Foto : Djarot/TIMES Indonesia)

Bunga merasa bahagia dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Hanya dalam waktu singkat, mereka semua mampu berkreasi dalam Jelly Art ini.

Bunga pun menambahkan apabila para peserta latihan mau menambah cuan, maka Jelly art bisa jadi solusinya. Bahkan ia mengungkapkan ada pembeli yang tertarik dengan lukisan di dalam Jelly hingga membayar satu produk Jelly Art seharga Rp400 ribu.

Dulu, tak pernah menyangka bahwa jualan Jelly Art dengan gaya berbeda akan menghasilkan cuan tetapi sekarang, Bunga mau serius menjadikan bidang ini sebagai usaha profesional.

"Ini produk berasal dari Amerika Latin dan sudah banyak beredar di Bandung juga. Bila ditekuni serius, dipastikan ada cuan yang berarti," ujar Chef Bunga Safari menambahkan

"Menguasai Jelly Art hari ini, besok lusa karyanya bisa ditawarkan mulai ke anak-anak sekolah, hingga menjual secara professional dan melalui online." tutur Bunga.

Banyak Nilai Plus

Elky Pebrian asal Padaalarang Kabupaten Bandung Barat menjadi satu-satunya peserta laki-laki di pelatihan Jelly Art ini. Menurutnya ia sangat tercerahkan dengan kegiatan pelatihan ini.

"Pulang dari sini, saya yang sehari-hari bergiat sebagai petani milenial berbasis ikan lele di Padalarang, Jelly Art ini akan saya kembangkan secara ekonomi," tutur Elky Pebrian. .

Peserta lainnya, Nisa asal Kadungora Garut yang dibimbing oleh Chef Bunga Safari beserta timnya yang kompak, menyatakan sangat gembira bisa ikut pelatihan yang sangat berguna ini.

Bunga pun mengungkapkan bahwa bahan-bahan untuk berkreasi Jelly Art semua ada di sekitar rumah, dan harganya terjangkau. Dengan berpikir kreatif, nantinya punya nilai tambah yang cukup tinggi.

"Yang penting tetap tekun dan mau belajar karena saat ini kebutuhan agar yang kreatif banyak juga yang membutuhkan. Bahkan, rekor tertinggi saya menjual agar-agar tersebut sebesar Rp400 ribu karena melihat indahnya kreativita yang ada di dalam agar," ujarnya.

Padahal bila mau berhitung, menurutnya, agar-agar tersebut berbahan baku murah dan banyak didapat. Yang mahal adalah kreativitas di dalamnya.

"Bagi masyarakat Bandung dengan adanya agar-agar kreatif ini menunjukkan bahwa Bandung tetap kota kreatif dalam bidang kuliner," ujar Bunga di sela pelatihan Jelly Art. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES