Ekonomi

Hore! Pasar Rogojampi Banyuwangi Sekarang Punya TPSP Mandiri

Kamis, 05 Oktober 2023 - 18:47 | 84.86k
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menandatangani batu peresmian Bank Sampah TPSP Rogojampi. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menandatangani batu peresmian Bank Sampah TPSP Rogojampi. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Mengatasi persoalan sampah penting dalam melibatkan peran dari masyarakat dan berbagai macam pemangku kepentingan. Kepedulian tersebut coba dipupuk oleh BRI melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Peduli yang bertajuk 'Yok Kita Gas' atau Gerakan Anti Sampah.

Pada kesempatan kali ini, bentuk daripada inisiatif, solusi dan implementasi BRI Peduli yaitu isu sampah dengan menciptakan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan Bank Sampah di Pasar Hewan, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Yang bakal menampung sampah-sampah yang diproduksi oleh pasar Rogojampi.

Ipuk-Fiestiandan67.jpgRombongan Bupati diajak berkelilng di kandang Maggot dalam pengolahan sampah organik di Program TJSL BRI Yuk Kita Gas. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

Diutarakan oleh Pemimpin Cabang BRI Banyuwangi, Ashri Agustian Mukti, adanya TPSP di wilayah Rogojampi ini, akan berorientasi di lingkungan pasar karena merupakan salah satsu arana publik atau lokasi berlangsungnya aktivitas ekonomi masyarakat yang menghasilkan sampah tiap harinya. Selain itu, pasar Rogojampi juga menjadi pasar unggulan BRI dalam mengembangkan perekonomian.

Lebih lanjut, Gerakan Anti Sampah Yuk Kita Gas, dengan adanya rumah TPSP ini, masih Ashri, kurang lebih sekitar 750 pedagang pasar Rogojampi yang mulai diberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya kepedulian terhadap sampah dengan cara pengelolaan dengan benar.

“Pedagang diberi edukasi dalam memilah sampah organik maupun anorganik,” ucapnya, Kamis (5/10/2023).

TPSP BRI tersebut juga dilengkapi sarana prasarana yang memadai seperti satu kendaraan pengangkut sampah, tiga mesin pengolahan sampah, peralatan kebersihan hingga dibuatkan satu kandang lalat BSF dengan rincian 16 biopond untuk Maggot. Sehingga diharapkan bisa fokus dan berdampak positif bagi lingkungan dan juga mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan literasi keuangan.

Bank Sampah TPSP sudah berjalan sekitar 2 bulan, dengan melakukan sebanyak 6 kali pelatihan pengelolaan sampah. Meski bangunan fisik dari TPSP masih baru terbentuk, Ashri mengatakan, jika hasilnya TPSP sudah mengumpulkan sebanyak 864 kg sampah organik dan 1,860,1 sampah anorganik berkurang setiap bulannya.

“Selain itu, jumlah reduksi karbon dan metan yang dihasilkan atas pengelolaan sampah ini sebesar 9,12 Kg CH4e metan tereduksi perbulan dan 22,57 Kg C02e karbon tereduksi per bulan,” Katanya.

“Tidak hanya itu sekarang Bank Sampah Rogojampi sudah memiliki 45 nasabah terdaftar yang siap menjadi pahlawan lingkungan dan 18 pengurus Bank Sampah,” imbuh Ashri.

Ashri berharap, Bank Sampah TPSP Rogojampi ini bermanfaat bagi pedagang dan masyarakat, sehingga kedepanya pasar Rogojampi bisa menjadi pasar percontohan dalam pengelolaan sampah khususnya diwilayah provinsi Jawa Timur.

“Selebihnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak pasar Rogojampi yang telah antusias berpartipasi demi menjaga lingkungan,” cetusnya.

Sementara itu, dalam peresmian TPST Rogojampi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterimakasih dan sangat berapresiasi dengan adanya lembaga yang peduli terhadap isu lingkungan khususnya sampah. Bahkan bisa menambah penghasilan masyarakat dalam prosesnya, karena sampah bisa dijual dan pakan maggot sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Saya bersyukur BRI memberikan dukungan terhadap permasalahan sampah di Banyuwangi, mudah-mudahan ini menjadi bagian untuk fokus penanganan sampah,” kata Ipuk.

Ipuk juga mengingatkan, agar masyarakat lebih peduli dengan sampah yang dihasilkan dan tidak semena-mena terhadap sampah meskipun sudah ada TPS yang siap mengambil sampah yang dihasilkan.

“Berapapun TPSP yang kita bangun dan upaya yang kita buat, ini tidak akan mengampu sampah yang kita hasilkan, maka bijak dalam sampah dengan memilah dan mengolah sampah kembali menjadi nilai ekonomis, bisa menjadi solusi,” tandas Ipuk. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES