Ekonomi

29 Produk Industri Kecil Menengah Ramaikan Expo Co Branding

Rabu, 11 Oktober 2023 - 22:52 | 44.75k
Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X ketika menghadiri Expo Co-Branding 2023 di Atrium Galeria Mall. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Indonesia)
Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X ketika menghadiri Expo Co-Branding 2023 di Atrium Galeria Mall. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kepedulian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemda DIY meningkatkan omzet penjualan produk Industri Kecil Menengah (IKM) tak diragukan lagi. Sebagai bukti kepedulian tersebut, Pemda DIY menyelenggarakan Expo Co-Branding 2023. Event yang diikuti sebanyak 29 IKM di Atrium Galeria Mall itu berlangsung selama empat hari yaitu 11 hingga 14 Oktober 2023.

“Event ini sebagai upaya meningkatkan daya saing dan melindungi kekayaan intelektual terhadap produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha di DIY,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti disela-sela pembukaan Expo Co-Branding 2023, Rabu (11/10/2023).

Co Branding merupakan merek terdaftar milik Pemda DIY melalui Pergub Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2017. Tujuannya sebagai penanda produk yang ditampilkan secara berdampingan dengan tanda-tanda lain yang dimiliki oleh suatu produk atau ekspresi budaya tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ini, Pemda DIY memiliki 3 merek Co-Branding terdaftar yaitu Jogjamark, 100%jogja, Jogjatradition.

Jogjamark yaitu untuk produk yang bahan bakunya sebagian atau seluruhnya berasal dari luar DIY tapi proses pembuatannya di daerah. Kemudian pada 100%jogja adalah untuk produk yang bahan bakunya selruhnya berasal dari daerah dan proses produksinya juga dilakukan di daerah.

Sementara pada Jogjatradition untuk menandakan produk barang/jasa yang merupakan ciri pengetahuan tradisional dan/atau ekspresi budaya tradisional khas Daerah.

Dalam Expo itu, produk lokal DIY dapat menjadi duta budaya yang menyampaikan pesan harmoni dan keberagaman produk lokal yang unggul sesuai ciri khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebab, wilayah ini banyak menghasilkan produk khas daerah dan memberikan berbagai banyak manfaat dalam memenuhi berbagai jenis kebutuhan masyarakat nasional maupun internasional.

“Melalui Co-Branding inilah, tentu bisa membantu membangun kepercayaan dan meningkatkan citra produk lokal sebagai produk berkualitas yang memiliki ciri khas kultural dan kearifan lokal. Dan, DIY merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki Co-Branding,” jelas Syam Arjayanti.

Pameran ini dibuka Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X dengan ditandai pemukulan gong dan Penyerahan Sertifikat Merek Kolektif dan Lisensi Co-Branding kepada Kelompok IKM penerima fasilitasi merek kolektif dan IKM penerima lisensi Co-Branding.

Dalam sambutannya, Sri Paku Alam X menerangkan, Pemda DIY memiliki visi besar yaitu meningkatkan jangkauan dan daya saing produk DIY.

“Harapannya, produk khas DIY dengan lisensi Co-Branding dapat menarik banyak orang untuk mencoba, melihat dan membeli. Serta, dengan strategi Co-Branding ini juga bisa membantu membangun kepercayaan dan citra produk lokal yang berkualitas dan memiliki ciri khas kultural dan kearifan local,” terang Paku Alam X.

Selain menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian UMKM terbuka lapangan pekerjaan, Co-Branding ini juga sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan. Hal ini karena para IKM meningkat penjualannya, sehingga tidak menutup kemungkinan secara bertahap bisa untuk mengurangi kemiskinan di DIY.

Selain dimeriahkan sebanyak 29 bazar produk IKM tersebut, Expo Co-Branding ini juga dimeriahkan oleh berbagai hiburan, sashion show, talkshow bisnis, hingga temu mitra sebagai upaya mendukung produk lokal daerah berlisensi Co Branding agar produk lokal khas daerah DIY memiliki keunggulan mauun daya saing yang lebih tinggi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES