Ekonomi

Dampak Boikot Produk Israel, Begini Kondisi Perdagangan Indonesia

Kamis, 16 November 2023 - 12:39 | 75.50k
Ilustrasi boikot produk Israel. (FOTO: medianesia.id/Ismail)
Ilustrasi boikot produk Israel. (FOTO: medianesia.id/Ismail)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seruan boikot terhadap produk Israel menggema di Indonesia setelah negara zionis itu melakukan agresi terhadap wilayah Gaza pada pertengahan Oktober 2023. Serangan Israel ini merupakan balasan atas serangan yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Serangan Israel yang diperkirakan banyak memakan korban jiwa sipil ini membuat sebagian warga dunia, termasuk Indonesia, berang. Beberapa waktu setelah serangan itu muncul gerakan Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Movement terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel sebagai sanksi atas serangan yang diduga melanggar banyak hukum internasional tersebut.

Impor Indonesia dari Israel Meningkat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia dari Israel selama bulan Oktober 2023 mencapai US$ 2.532.695. Angka tersebut meningkat dari impor bulan September yakni US$ 999.431.

Impor bulan Oktober didominasi oleh mesin dan pesawat mekanik yang nilainya mencapai US$ 734.786. Angka impor komoditas ini pada bulan Oktober meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode September dengan nilai US$ 142.690.

Selanjutnya komoditas mesin dan peralatan listrik juga mendominasi impor Indonesia dari Israel yang bernilai US$ 718.054. Lagi-lagi, angka tersebut meningkat dibandingkan impor periode September yang nilainya hanya US$ 124.392.

Adapun di peringkat ketiga adalah komoditas perkakas dan perangkat potong senilai US$ 316.759. Angka impor komoditas ini turun dibandingkan bulan September, yaitu US$ 390.001.

Konflik Israel-Palestina Tidak Pengaruhi Perdagangan Indonesia

Berdasarkan data tersebut, pangsa pasar ekspor-impor Indonesia dan Israel tergolong kecil. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, kontribusi ekspor Indonesia ke Israel selama Oktober 2023 hanya sebesar 0,07% terhadap total ekspor Indonesia. Sementara, persentase impor non-migas dari Israel juga tergolong kecil yakni hanya 0,011%.

Pudji mengatakan komoditas yang paling banyak diekspor Indonesia ke Israel adalah lemak dan minyak hewan nabati, alas kaki, serta mesin dan perlengkapan elektrik. Sementara komoditas utama impor dari Israel adalah mesin dan pesawat mekanik, perkakas dan alat potong, serta peralatan listrik.

Dengan data itu, Pudji mengatakan konflik antara Israel-Palestina sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi perdagangan internasional Indonesia. "Dapat disimpulkan kondisi politik di kedua negara tersebut tidak signifikan terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Namun, Pudji tidak bisa memastikan pengaruh dari aksi boikot produk Israel yang belakangan ini menggema di Indonesia. Menurut dia, efek aksi boikot itu butuh penelitian lebih lanjut. Kalaupun ada efeknya, dia mengatakan dampak aksi tersebut baru akan kelihatan pada bulan depan.

Dampak Boikot Produk Israel Perlu Dikaji

Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa dampak boikot produk Israel terhadap impor Indonesia masih perlu kajian lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pangsa pasar ekspor-impor Indonesia dan Israel tergolong kecil.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa aksi boikot tersebut akan berdampak pada impor Indonesia dari Israel, terutama pada komoditas-komoditas yang menjadi sasaran boikot. Peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia akan isu Palestina dan dukungan terhadap gerakan BDS Movement dapat menjadi faktor yang mendorong terjadinya penurunan impor Indonesia dari Israel.

Untuk mengetahui dampak pasti dari aksi boikot tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data impor Indonesia dari Israel pada bulan-bulan berikutnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES