Ekonomi

Kinerja APBN Kediri Raya Makin Membaik

Kamis, 30 November 2023 - 21:00 | 24.40k
Seorang staf saat melihat data kinerja APBN wilayah Kediri Raya di laptop (Foto : Yobby/TIMES Indonesia)
Seorang staf saat melihat data kinerja APBN wilayah Kediri Raya di laptop (Foto : Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Memasuki Triwulan IV Tahun 2023, kinerja APBN wilayah Kediri Raya semakin membaik. Pada bulan Oktober 2023, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran menunjukkan grafik peningkatan. 

"Hal ini mengindikasikan target-target penerimaan maupun pengeluaran hingga akhir tahun dapat dicapai dengan baik," tutur Plt Kepala KPPN Kediri Kusumaningtyas, Kamis (30/11/2023). 

Pada bulan Oktober terjadi penerimaan sebesar 9,84 persen dibanding bulan sebelumnya. Hal itu didukung oleh peningkatan yang terjadi di hampir semua sektor penerimaan. Sektor bea masuk dan cukai naik 10,97 di angka Rp21.997,85 milyar, sektor pajak naik 12,32 persen di angka sebesar Rp1.307,58 milyar. 

Untuk PNBP mengalami kenaikan 11,10 persen pada angka sebesar Rp456,15 milyar. "Nilai penerimaan sampai dengan bulan Oktober 2023 sebesar Rp23,762 milyar," tambahnya. 

Khusus untuk PNBP yang mematok target tahunan sebesar Rp319,94 milyar pada Oktober 2023 telah tercapai 100 persen. "Sehingga pada akhir tahun 2023, PNBP wilayah Kediri Raya akan melampaui target tahunannya," ujarnya lagi. 

Sedangkan untuk pengeluaran, sampai dengan Oktober 2023 serapan anggaran wilayah Kediri Raya, baik instansi vertikal maupun dana Transfer ke Daerah telah mencapai 83,37 persen. Dari pagu Rp8.669,01 milyar telah terealisasi sebesar Rp7.227,64 milyar, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.668,24 milyar dan Transfer ke daerah Rp5.559,39 milyar.

""Angka itu memperlihatkan capaian yang sangat baik mengingat telah melampaui target triwulanan realisasi anggaran" jelas Kusumaningtyas. 

Untuk capaian realisasi per Bagian Anggaran kementerian dan lembaga mengalami pergeseran. Jika beberapa bulan sebelumnya satuan kerja pengampu Pemilu selalu menduduki tempat teratas, untuk bulan Oktober ganti Badan Pusat Statistik dengan realisasi sebesar 90,09 persen sebagai satuan kerja dengan serapan terbesar. Sedangkan serapan terkecil pada Badan Pengawasan Pemilu yakni 54,66 persen. 

Kabupaten Kediri masih tetap merupakan penyumbang terbesar serapan (Rp2.264,96 milyar), disusul Kabupaten Nganjuk sebesar Rp2.057,53 milyar, lalu Kota Kediri menyumbang sebesar Rp1.496,69 milyar. Terakhir untuk Kabupaten Trenggalek sebesar Rp1.408,46 milyar.

"Sampai dengan akhir bulan pertama Triwulan IV Tahun 2023 secara umum pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBN wilayah Kediri Raya dalam jalur sesuai yang telah ditetapkan," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES