Ekonomi

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Pacitan Fluktuatif

Jumat, 29 Desember 2023 - 18:42 | 27.08k
Pedagang bawang merah, Warindi saat ditemui di Pasar Minulyo Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Pedagang bawang merah, Warindi saat ditemui di Pasar Minulyo Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Menjelang tahun baru 2024, pasar tradisional di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami fluktuasi harga pada sejumlah bahan pokok. Sejak sepekan terakhir, terutama selama libur Hari Natal 2023, harga bawang merah naik dari Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Minulyo, Warindi (60) menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan. Dia memprediksi bahwa harga bawang merah dan beberapa bahan pokok lainnya akan terus naik hingga awal tahun 2024.

"Karena banyak permintaan, harga bawang merah naik Rp3 ribu per kilogram mulai seminggu ini," katanya, Jumat (29/12/2023).

Meski begitu, Warindi memastikan bahwa stok bumbu dapur yang dimilikinya masih cukup. "Yang penting stok ada terus," ungkapnya sambil melayani pembeli.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih, naik dari Rp35 ribu menjadi Rp38-40 ribu per kilogram. Harga ayam potong juga merangkak naik dari Rp27 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Namun, tidak semua harga mengalami kenaikan. Cabai rawit merah mengalami penurunan harga menjelang tahun baru, turun dari Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau dan cabai merah keriting juga mengalami penurunan harga.

Tidak hanya itu, pantauan TIMES Indonesia di beberapa pasar tradisional menunjukkan bahwa harga telur ayam ras mengalami penurunan dari Rp28 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Asep Suherman, menjelaskan bahwa ketersediaan beras saat ini masih cukup, barang pokok tersedia di pasar, namun terdapat sedikit berkurangnya ketersediaan bawang putih dan bawang merah yang menyebabkan kenaikan harga.

"Cuaca ekstrem dan pembatasan pasokan dari negara penghasil seperti Cina menjadi penyebabnya, semula 50 persen berkurang menjadi 30 persen" terangnya.

Selain itu, Asep Suherman menegaskan bahwa persediaan sampai awal tahun 2024 masih aman untuk kebutuhan pokok lainnya seperti daging, minyak goreng, dan gula pasir.

"Harga cabai sebelum libur Natal naik, setelah Natal turun. Saat ini harga mulai naik kembali karena permintaan yang cukup besar," jelasnya.

Harga komoditi tersebut, menurut dia masih relatif stabil, dan kerja sama dengan daerah penghasil komoditi cabai, seperti Tulungagung dan Magetan, menjaga ketersediaan cabai di pasar. Sedangkan bawang merah di daerah sentra penghasil mengalami penurunan hasil panen karena cuaca masih exstrem.

"Tetapi persediaan aman karena kita sudah bekerja sama dengan daerah lain penghasil komoditi cabai. Seperti Tulungagung dan Magetan," pungkas Kepala Disdagnaker Pacitan, Asep Suherman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES