Ekonomi

Mulai Beroperasi Tahun Lalu, Pasar Prailiu di Sumba Timur Masih Sepi Pembeli

Rabu, 03 Januari 2024 - 18:30 | 24.40k
Pasar Prailiu sepi dari pengunjung dan sebagian padagang tutup lapaknya karena tidak ada pembelinya. (FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)
Pasar Prailiu sepi dari pengunjung dan sebagian padagang tutup lapaknya karena tidak ada pembelinya. (FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMBA TIMUR – Sejak dimanfaatkan tahun lalu, Pasar Prailiu yang terletak di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur masih sepi pembeli.

“Mulai masuknya pedagang di pasar ini, sepi dari pembeli karena jauh dari pemukiman. Letaknya juga di bibir pantai yang penuh dengan agas (nyamuk). Pedagang ini hanya pasrah kalau barang jualan mereka tidak laku tak ada pembeli yang datang di sini. Yah,  mereka hanya bertahan saja. Tapi kalau begini terus para pedagang juga bisa keluar dan otomatis pasar ini mubazir,” ungkap salah seorang warga setempat, Kire Nara, Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, pasar dibangun pada tahun 2021 lalu oleh Pemkab Sumba Timur melalui Dinas Perdagangan dengan menelan anggaran senlai Rp1,2 miliar. Pembangunan Pasar Prailiu ini bertujuan untuk merelokasi pedagang yang berjualan di lapak-lapak yang berada di jalan protokol atau tepatnya di pinggiran lapangan pacuan kuda Rihi Eti, Kota Waingapu.

Saat itu ada 40 KK yang menempati lapak. Agar tidak mengganggu pemandangan Kota Waingapu, akhirnya Pemkab membangun Pasar Prailiu di kampung Padadita, tepatnya di bibir pantai.

“Memang pilihan lokasi itu berdasarkan dokumen yang dimiliki pihak kelurahan Prailiu. Tanah itu katanya milik negara yang tidak sedang dikuasai masyarakat,” ujarnya.

Kire menuturkan, awalnya usai dibangun, Pasar Prailiu belum memiliki fasiitas seperti penerangan listrik dan air. Baru berapa bulan ini sudah terpasang agar para pedagang dapat menikmati fasilitas yang ada.

Kire mengungkap, saat ini sejumlah menjadi pedagang resah. Meski fasilitas listrik dan air sudah ada, pembeli yang datang belanja di pasar ini ternyata masih sedikit.

“Coba lihat saja. Dari pagi berjualan tidak ada satu barang jualan yang laku. Bukan hari ini saja tetapi setiap hari. Nah, kalau begini terus, pedagang bisa hancur dan minggat semua, tinggal pasar ini mubazir. Lihat saja sekarang banyak yang tutup karena barang jualan tidak laku,” paparnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sumba Timur, Umbu Maramba Memang saat ditanya terkiat kondisi Pasar Prailiu saat ini, pihaknya tidak berkomentar banyak karena waktu itu pihaknya belum menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan.

“Kalau soal pembangunan pasar itu dari mulai dibangun sampai diresmikan waktu itu saya belum menjabat sebagai Kadis Perdagangan,” jelasnya.

Namun Umbu mengakui bahwa Pasar Prailiu memang sepi pembeli, bahkan para pedagang sempat curhat. Pihaknya saat ini masih terus menata dan mencari solusinya agar pasar ini ramai dikunjungi pembeli.

“Saya pikir satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah bagaimana Pemerintah daerah kembali mencari solusi agar para pedagang ini tetap berada di tempat ini. Yang mungkin nanti kita bisa mengadakan kegiatan-kegiatan di sini agar bisa menarik para pengunjung untuk datang dan berbelanja di Pasar Prailiu ini,” terang Umbu Maramba Memang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES