Ekonomi

Surga Tersembunyi: Peluang Investasi Wisata di Geopark Ciletuh, Sukabumi

Kamis, 01 Februari 2024 - 15:30 | 40.51k
Lokasi Wisata di Geopark Ciletuh, Sukabumi. (Foto : Istimewa)
Lokasi Wisata di Geopark Ciletuh, Sukabumi. (Foto : Istimewa)

TIMESINDONESIA, SUKABUMI – Ciletuh sebagai Investasi Wisata yang Menjanjikan Geopark Ciletuh, Sukabumi, menyimpan surga tersembunyi yang menawarkan kekayaan alam yang mengagumkan. 

Dengan pemandangan hamparan Samudra Hindia yang memukau dan keberagaman ekosistem, Geopark ini telah menjadi destinasi favorit para pencinta alam. 

Ditengah kecantikan ini, muncul satu peluang investasi menarik, yaitu investasi tanah wisata yang berlokasi di Geopark Ciletuh.

Geopark Ciletuh, yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memang memiliki daya tarik yang sangat khas. Batuan unik dan air terjun yang menawan menjadikan Geopark ini sebagai destinasi idaman bagi para pecinta petualangan dan alam. 

Tak heran, keelokan Geopark Ciletuh akhirnya mendapat pengakuan dari UNESCO.

Pada tahun 2018, UNESCO Global Geopark secara resmi mengakui Geopark Ciletuh di Sukabumi sebagai bagian dari jaringan mereka, bersama dengan 12 Geopark lain dari 11 negara yang berbeda. 

Pengakuan prestisius ini diberikan oleh Komisi Program dan Hubungan Eksternal UNESCO, menegaskan keistimewaan Geopark Ciletuh dalam kancah geopark internasional.
Tak hanya indah secara alamiah, Geopark Ciletuh juga memiliki potensi wisata yang terus berkembang. 

Jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan bahwa minat terhadap keelokan alam di sini tak pernah surut. 

Geopark Ciletuh bukan hanya destinasi liburan biasa, tapi juga diakui sebagai aset masa depan dengan nilai wisata yang terus meningkat.

Dukungan pemerintah terus dihadirkan untuk kemajuan pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh ini. 

Pemerintah hadir untuk mendorong dan menyinergikan para stakeholder di sekitar kawasan geopark mulai dari badan pengelola, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan,'' ungkap Sandiaga Uno, Menteri Parekraf dalam acara Focus Group Discussion (FDG), Selasa (5/4/2021). 

Selain itu Sandiaga Uno turut mengomentari daya tarik Geopark Ciletuh. “Geopark Ciletuh selain memiliki nilai edukasi mengenai kelestarian lingkungan, juga memiliki kekayaan geologis yang harus dijaga bersama,” lanjut Sandiaga.

Salah satu dukungan pemerintah lainnya adalah semakin tersedianya jalan tol yang mengarah pada beberapa lokasi wisata di Jawa Barat, termasuk ke Geopark Ciletuh. Hal ini tentu membuat perjalanan dari Jakarta ke Geopark Ciletuh, memakan waktu yang semakin singkat yakni kurang lebih 3 jam. Sepanjang perjalanan akan memberikan pengalaman menarik melalui jalan berkelok-kelok yang memperlihatkan keindahan alam sekitar.

Dengan komitmen terhadap pelestarian alam, Geopark Ciletuh aktif dalam program konservasi dan edukasi. Sebuah nilai tambah yang dapat diakui bagi para investor yang ingin lebih dari sekadar keuntungan finansial, tapi juga berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Tentang peluang investasi yang menjanjikan di Geopark Ciletuh, salah satu pilihan yang patut diperhitungkan, yakni Granada Ocean View. Kawasan investasi tanah wisata dengan lokasi strategis, menyuguhkan pemandangan laut yang menarik, dan memberikan akses mudah ke fasilitas premium.

"Granada Ocean View bukan sekadar lahan biasa, tapi merupakan investasi menjanjikan dengan pertumbuhan nilai yang potensial, terutama di tengah perkembangan sektor pariwisata. 

Dengan keindahan alam Geopark Ciletuh sebagai latar belakangnya, memiliki properti wisata di sini bisa menjadi langkah awal yang menarik bagi calon investor," ungkap Yadi Mulyadi, Branch Manager Granada Ocean View.

Granada Ocean View, hadir sebagai peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan keindahan alam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES