Ekonomi

Arum Sabil Sambat Soal Pertanian di Jember, Menperin RI: Pemerintah akan Terus Bantu

Sabtu, 03 Februari 2024 - 20:11 | 24.49k
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya P4S Taruna Bhumi, HM. Arum Sabil  (dua dari kiri) saat berkunjung ke Kabupaten Jember. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya P4S Taruna Bhumi, HM. Arum Sabil (dua dari kiri) saat berkunjung ke Kabupaten Jember. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya P4S Taruna Bhumi, HM. Arum Sabil sebut, sektor pertanian tidak bisa berdiri sendiri dan dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal tersebut ia sampaikan kepada Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi Kabupaten Jember, Sabtu (3/2/2024).

Bicara petani, menurut Arum Sabil, tidak hanya orang yang memiliki ladang saja, tetapi mereka yang punya keahlian lain terkait pertanian itu juga merupakan bagian kesatuan yang tidak terpisahkan. 

"Seperti anak-anak muda yang menemukan teknologi di bidang pertanian tentunya sangat dibutuhkan kehadirannya oleh para petani," ujarnya. 

Lebih lanjut, sarana produksi pertanian seperti inovasi tentang pupuk baik organik maupun yang lainnya juga perlu dikembangkan. Karena sejatinya, pertanian itu memiliki cakupan yang luas. 

"Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang bisa menggabungkan berbagai elemen untuk menjadi satu kekuatan di bidang pertanian," imbuh Arum Sabil. 

Ketua P4S Taruna Bhumi tersebut juga sambat terkait permasalahan pupuk subsidi yang masih belum tuntas. Menurutnya, anggaran pupuk bersubsidi harus disesuaikan dengan kebutuhan. 

"Kami minta, biaya produksi pupuk subsidi dihitung dengan benar dan adil. Berikan harga jaminan kepada para petani baik petani pangan maupun perkebunan dengan harga paling tidak memberikan harapan agar memiliki nilai ekonomi diatas biaya produksi," keluhnya. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian RI yang berfokus mendorong industri pengolahan berbasis agro industri mengaku, jika ada gap yang harus diisi dari suplai di hulu atau petani bagi kebutuhan industri. 

"Ini hasil kajian internal kami dari banyaknya keluhan yang masuk di sektor karet," jelas Agus. 

Kendati demikian, ia berpesan agar para petani tetap semangat melakukan produksi dan ia menjamin pemerintah akan terus membantu berbagai persoalan mengenai pertanian. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES