Ekonomi

Presiden Jokowi Perintahkan Distribusi Stok Beras ke Pasar

Senin, 12 Februari 2024 - 13:43 | 26.41k
Ilustrasi stok beras di pasar (FOTO: Dok TIMES Indonesia)
Ilustrasi stok beras di pasar (FOTO: Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan perintah kepada sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran distribusi stok beras hingga ke pasar tradisional maupun modern.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa dirinya bersama dengan sejumlah menteri terkait serta Badan Urusan Logistik (Bulog) telah diberi tugas untuk mengatur distribusi stok beras yang ada di Bulog menuju pasar sebagai respons terhadap laporan kelangkaan stok beras.

“Saat ini di (Pasar Induk Beras) Cipinang stoknya termasuk tinggi, di atas 34 ribu ton, dan ini yang harus sampai ke pasar-pasar tradisional dan modern market. Sekali lagi perintahnya adalah ‘banjiri pasar’,” ungkap Arief di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Arief bersama Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dan Menteri BUMN, Erick Thohir, akan meninjau Pasar Induk Beras Cipinang untuk memastikan bahwa proses bongkar muat beras dari pelabuhan dapat langsung dibawa ke pasar induk dan didistribusikan ke ritel-ritel.

“Jadi izinkan kami bekerja sama dengan seluruh ritel yang ada. Pagi ini saya bersama dengan Bulog dan para peritel akan membahas ini semua untuk mengisi pasar ritel,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa program bantuan pangan beras tidak akan berdampak terhadap stok beras di pasaran. Namun, bantuan yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola oleh Bulog akan dihentikan sementara selama 8-14 Februari 2024 untuk menghormati penyelenggaraan Pemilu 2024.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Arprindo) mengeluhkan kesulitan mendapatkan suplai beras tipe premium lokal kemasan 5 kilogram.

Ketua Umum Arprindo, Roy Nicholas Mandey menyatakan bahwa kelangkaan beras premium di ritel-ritel modern disebabkan oleh kenaikan harga beras di tingkat produsen, sehingga banyak peritel memilih untuk tidak memasok beras premium ke ritelnya.

Dia mencatat bahwa harga beras premium telah meningkat secara signifikan, dari sekitar Rp13.000 per kilogram menjadi Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.

Sementara itu, berdasarkan panel harga Bapanas pada hari Senin, harga beras telah melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga beras jenis premium saat ini mencapai Rp15.860 per kilogram, sedangkan HET untuk beras tersebut berkisar antara Rp12.900-Rp14.800 per kilogram. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES