Ekonomi

Produksi Kentang di Poncokusumo Malang Bisa Capai 6 Ribu Ton

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:18 | 57.88k
Kegiatan penanaman bersama benih kentang Varietas G2 Granula Kembang, oleh pihak Dinas TPHP Kabupaten Malang, di lahan kelompok tani di Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemarin. (Foto: Dinas TPHP)
Kegiatan penanaman bersama benih kentang Varietas G2 Granula Kembang, oleh pihak Dinas TPHP Kabupaten Malang, di lahan kelompok tani di Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemarin. (Foto: Dinas TPHP)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Kepala Dinas Tananam Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Avicenna Medisica Sani Putera mengungkapkan, komoditas kentang diharapkan meningkat produktivitasnya berkali-kali lipat dengan benih yang lebih berkualitas. 

Potensi naiknya produksi komoditas kentang ini, seperti terdapat di daerah pertanian di wilayah Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Advertisement

"Benih yang jauh lebih berkualitas untuk kentang terus disiapkan, dan akan banyak ditanam di lahan yang ada di Ngadas Poncokusumo, oleh kelompok tani setempat. Setidaknya untuk 3-4 hektar lahan siap ditanami benih kentang tersebut," terang Avicenna Medisica, Selasa (20/2/2024). 

Benih kentang berkualitas yang dimaksudkannya adalah Varietas G2 Granula Kembang, hasil kolaborasi DTPHP Kabupaten Malang dengan pihak Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Penerapan benih kentang varietas ini, juga didukung dua perusahaan penyedia benih, asal Garut Jawa Barat dan Ponorogo, Jawa Timur. 

"Benih kentang bisa ditanam dan dikembangkan dalam demplot-demplot. Dengan benih tersebut, produksi kentang di Poncokusumo yang awalnya hanya sekitar 40 ton per tahun, bisa meningkatkan hingga 6 ribu ton lebih," terangnya. 

Kentang-2.jpg

Ketika masa tanam bisa dimaksimalkan hingga tiga kali setahun, menurut Avi, produksinya diperkirakan bisa mencapai 18 ribu ton dalam setahun. 

Dikatakan, sementara ini petani yang mengembangkan budidaya kentang Granula Kembang ini adalah kelompok tani muda, yang mendapatkan bantuan hibah kompetisi program YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services) Kementerian Pertanian. 

Soal prospek pasar komoditi kentang sendiri, menurut Avi, juga punya peluang menembus pasar luar negeri. Terlebih, diakuinya pihaknya pernah mendapatkan informasi permintaan ekspor ke Singapura, sama halnya buah wortel. 

Permintaan ini, lanjutnya, mengingat sebelumnya negara Singapura lebih banyak mengandalkan produk pangan dari negara lain, seperti halnya Malaysia. Namun, dengan alasan potensi resiko krisis pangan dunia, maka pemenuhan kebutuhan kentang ke Singapura ini sempat dihentikan negara pengimpor beberapa waktu. 

Untuk komoditi kentang di wilayah Ngadas, Poncokusumo sendiri, punya potensi menjadi sentra pertanian unggulan. Kentang di kawasan pertanian ini, tercatat punya lahan tanam seluas 381 hektar, yang berada di ketinggian lahan 1.800 sampai 2.100 mdpl. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES