Ekonomi

Hampir Sebulan Harga Beras hingga Cabai di Kota Malang Melonjak

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:17 | 20.73k
Penjualan beras dan cabai di pasar tradisional Klojen, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Penjualan beras dan cabai di pasar tradisional Klojen, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Malang ternyata masih terus melonjak hingga kini. Bahkan, kenaikan harga ini sudah terasa sejak sebelum Pemilu 2024 lalu.

TIMES Indonesia menelusuri kenaikan harga kebutuhan pokok ini di sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Klojen, Kota Malang, Rabu (21/2/2024).

Berdasarkan pantauan, sejumlah harga kebutuhan pokok memang melonjak. Paling parah, yakni harga beras dan juga cabai yang sudah melonjak hampir satu bulan ini.

Salah satu pedagang bernama Dede (60) mengakui bahwa kenaikan harga beras ini sudah terjadi dua minggu lebih atau hampir satu bulan ini lamanya. Harga beras naik di kisaran Rp5 ribu hingga Rp10 ribu dari harga normal.

"Beras cap lombok biasanya Rp75 ribu per 5 kilogram, sekarang harganya Rp86 ribu. Jenis lahap juga sekarang Rp80 ribu," ujar Dede, Rabu (21/2/2024).

Bukan hanya naik saja, namun stok beras juga dinilai menipis. Seperti halnya beras Bulog, dimana toko milik Dede ini yang terdaftar dalam Bulog selalu mendapatkan kiriman dari Bulog sekitar 5 sampai 10 sak.

Harga-Cabai.jpg

Tentu, untuk beras Bulog ia menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900 per kilogram.

"Kita premium saja Rp17 ribu sekarang. Kalau beras Bulog, ini sekali datang gak sampai satu Minggu habis sudah," ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa stok beras dari Bulog tak selalu tepat waktu ia terima. Apalagi, kini beras Bulog paling cepat habis, sehingga para pelanggannya pun kebingungan jika tak kebagian beras Bulog.

"Kita di jatah sama Bulog, tapi sekarang paling satu Minggu atau dua Minggu baru di stok lagi," katanya.

Kenaikan harga beras ini, kata Dede, merembet ke bahan pokok lainnya. Bahkan, kacang yang ia jual pun juga ikut naik hingga stoknya pun langkah.

Kenaikan ini, lanjut Dede, berlaku hampir sebulan lalu. Kenaikan pun juga berlangsung secara bertahap tanpa ada penurunan.

"Ini kalau naik terus kan saya malu sama pembeli. Setiap mereka ke sini naik terus. Setiap pengambilan itu naik," ucapnya.

Sementara, pedagang sayur bernama Sulis (47) juga mengeluhkan naiknya sejumlah harga bahan pokok yang membuatnya kebingungan.

Seperti halnya cabai. Untuk cabai besar saja yang biasanya sekitar Rp30 ribu, kini melonjak hingga Rp70 ribu per kilogramnya.

"Cabai rawit ini sama, sekarang Rp65 ribu per kilogram. Itu harga dari sananya loh, bukan harga jual saya. Kalau sudah segitu, terus berapa saya mau jual kan," tuturnya.

Dengan kenaikan harga bahan pokok ini, banyak pelanggannya yang mengeluh kepadanya.

Apalagi, kenaikan harga ini sudah hampir satu bulan dan merembet ke bahan pokok lainnya, salah satunya tomat yang saat ini harganya ikut melonjak.

"Stoknya itu ada, tapi mahal banget. Ya mau ngeluh tapi gimana, pasrah namanya juga kebutuhan," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES