Advertisement
Ekonomi

Harga Cabai Mahal, Pemkab Bondowoso Ajak Warga Tanam di Pekarangan

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah, harga cabai naik drastis. Di Pasar Induk Bondowoso, harga komoditas cabai ...

TIMES Indonesia,
Harga Cabai Mahal, Pemkab Bondowoso Ajak Warga Tanam di Pekarangan
Pencanangan Gerakan Serentak Tanam Cabe Pekarangan (GAS TANCAP) di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah, harga cabai naik drastis. Di Pasar Induk Bondowoso, harga komoditas cabai mencapai Rp90 ribu per kilogram. 

Harga cabai ini mahal akibat permintaan meningkat sementara produksi di tingkat petani menurun akibat cuaca. 

Advertisement

Di tengah melonjaknya harga cabai, Pemkab Bondowoso melalui tim penggerak PKK mencanangkan program Gas Tancap (Gerakan Serentak Tanam Cabe Pekarangan). 

Seremonial gerakan penanaman cabai ini berlangsung di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Selasa (27/2/2024).

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto mengatakan, cabai adalah komoditi penting yang saat ini mengalami kenaikan harga. 

Menurutnya, melalui program ini diharapkan bisa menekan tingginya harga cabai di masyarakat.

Bahkan Bambang mengimbau, Gas Tancap bukan hanya di pekarangan rumah, tapi bisa diterapkan di kantor dan sekolah di masing-masing kecamatan.

Advertisement

Dia berharap Dinas Pertanian Bondowoso melakukan pembibitan dan kemudian dihibahkan kepada kelompok masyarakat. 

Menurutnya, jika itu dilakukan serempak maka warga tidak lagi harus membeli cabai ke pasar karena sudah bisa memproduksi sendiri. 

Gas Tancap sengaja dilakukan di Desa Lombok Kulon karena sesuai dengan program Bondowoso, yakni Pertanian Organik (Botanik). 

Dia juga menginginkan agar Bondowoso menjadi percontohan di tingkat nasional dalam hal pertanian organik. Dia berharap petani beralih menggunakan pupuk organik untuk semua jenis tanaman mereka. 

Hal itu kata dia, didukung populasi sapi yang cukup besar di Bondowoso sehingga bisa menjadi pusat produksi pupuk organik. 

Pj Bupati mengapresiasi tim penggerak PKK, karena selain menekan inflasi juga dapat memanfaatkan pekarangan kosong di rumah untuk menstabilkan harga cabai.

"Diharapkan dapat membangun ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujar dia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia