Ekonomi

Kapal Perintis Mulai Pelayaran Perdana, Hubungkan Pulau-Pulau Terpencil di Malut

Sabtu, 16 Maret 2024 - 14:50 | 17.59k
Kapal Perintis Sabuk Nusantara 35 memulai pelayaran perdananya dari Pelabuhan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, tujuan sejumlah wilayah Terluar, Terpencil, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, Sabtu (
Kapal Perintis Sabuk Nusantara 35 memulai pelayaran perdananya dari Pelabuhan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, tujuan sejumlah wilayah Terluar, Terpencil, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, Sabtu (

TIMESINDONESIA, TERNATEKapal Perintis Sabuk Nusantara 35 memulai pelayaran debutnya dari Pelabuhan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut). Destinasinya adalah sejumlah wilayah Terluar, Terpencil, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.

"Dengan adanya angkutan laut perintis di wilayah Kabupaten Halmahera Utara dapat mewujudkan konektivitas antar-pulau yang selama ini belum terhubung," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara dan Pelabuhan (UPP) kelas I Tobelo, Rusdi Hud saat dihubungi dari Ternate, Sabtu (16/3/2024).

Pelayaran perdana KM Sabuk Nusantara 35 dari Pelabuhan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara dengan tujuan dua kabupaten di Maluku Utara itu, membawa 20 penumpang dan empat ton muatan.

Dia mengatakan, hari ini KM Sabuk Nusantara 35 akan melintasi dari Pelabuhan Tobelo tujuan Maba, Bicoli di Kabupaten Halmahera Timur kemudian melanjutkan pelayaran ke Sakam, Peniti, Tepeleo, Pulau Gebe di Kabupaten Halmahera Tengah.

Setelah dari kedua kabupaten itu, kata dia, kemudian balik dan melanjutkan rute pelayaran ke Pulau Dama di Kepulauan Loloda, yang merupakan salah satu kecamatan terluar di Kabupaten Halmahera Utara dan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.

"Trayek R-50 Pangkalan Pelabuhan Tobelo ini merupakan satu dari 107 trayek kapal perintis seluruh Indonesia di 2024," kata Rusdi.

Dia menyebut dengan kehadiran KM Sabuk Nusantara 35 diharapkan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di wilayah 3TP.

Rusdi menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya untuk membuka isolasi antar pulau melalui angkutan laut perintis, guna menjamin kelancaran konektivitas nasional dan memastikan kawasan 3TP memiliki akses yang lebih baik ke wilayah lainnya di Indonesia.

Selama ini, lanjut dia, sarana kapal penumpang yang berada di wilayah Pelabuhan Tobelo sebagian besar masih berbahan kayu dan sudah berumur tua, sehingga dengan adanya KM Sabuk Nusantara 35 ini dapat meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

"Akomodasi penumpang di kapal ini sangat layak dan bersih, baik itu tempat tidur, kamar mandi serta ruangannya berpendingin,"ujarnya.

Dia berpesan kepada masyarakat yang nantinya memanfaatkan jasa angkutan laut perintis ini, agar dapat bersama-sama dengan pihak operator kapal untuk menjaga kebersihan di atas kapal dengan cara tidak membuang sampah sembarangan di atas kapal dan membeli tiket sebelum naik di atas kapal, karena angkutan laut kapal perintis ini harganya sangat terjangkau.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES