Ekonomi

Sate Mbak Lia Tuwel, Kuliner Penghilang Lelah di Jalur Mudik Alternatif Tegal-Purbalingga

Minggu, 07 April 2024 - 16:01 | 29.84k
Udin, pengelola Rumah Makan Warung Sate Mbak Lia Tuwel, (FOTO: Cahyo Nugroho/ TIMES Indonesia)
Udin, pengelola Rumah Makan Warung Sate Mbak Lia Tuwel, (FOTO: Cahyo Nugroho/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TEGAL – Sejak H-4 pada 5 April 2024 jalur arah selatan dari pintu Toll Pejagaan Kabupaten Brebes menuju Purwokerto dan Tegal lintas Bumiayu hingga Purwokerto mulai nampak adanya peningkatan volume kendaraan mudik dari arah Jakarta.

Sehingga hal ini membuat para pemudik yang akan menuju Jawa Tengah, memilih melintasi jalur alternatif dengan melalui jalur Tuwel - Bumijawa hingga tembus arah Purbalingga Jawa Tengah.

Sate-Mbak-Lia-Tuwel-2.jpg

Nah, perlu diketahui selain menyajikan pemandangan pegunungan dan hamparan sawah bagi pemudik,  jalur ini juga merupakan jalur menuju kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal.

Sehingga tidak hanya pesona alam yang tersaji, tetapi juga kuliner dan oleh-oleh jajanan khas warga sekitar seperti wijen, dodol hingga Tempe Ireng (hitam).

Menariknya lagi di jalur lintas Tuwel ini ada sajian kuliner Sate Kambing Muda yang memiliki ciri khas kelembutan pada tiap irisan daging dan gurihnya bumbu olahan racikan sang empunya.

Sate-Mbak-Lia-Tuwel-3.jpg

Sebut saja salah satunya Warung Sate Mbak Lia milik Bos Udin. Salah satu kuliner Sate di Tuwel Kabupaten Tegal yang berada di jalur lintas alternatif Tegal - Bumijawa - Purbalingga Jateng ini memiliki cita rasa yang maknyuss.

Kepada TIMES Indonesia saat dikonfirmasi Minggu (7/4/2024), Udin menjelaskan bila di saat jelang Mudik Hari Raya Idul Fitri, ia menyiapkan 3-5 ekor kambing muda per hari dibandingkan hari biasa yang hanya 1-2 ekor kambing muda per hari.

"Kami sebelumnya telah deposit terlebih dahulu ke juragan kambing khusus sate hal ini agar jelang Lebaran tidak khawatir untuk kehabisan stok, pasalnya jelang Lebaran pasokan kambing untuk sate meningkat drastis, jadi yang lebih baik kita deposit, " jelas Udin.

Sedangkan soal olahan sate daging kambing muda, Warung Sate Mba Lia yang dikelola  bersama Isterinya, mementingkan kualitas sehingga tak jarang langganan dari berbagai daerah datang hanya untuk melepas rindu mencicipi olahan Sate Kambing Muda Mba Lia.

"Kami mementingkan kualitas, kalau soal Sate di Tegal ini paling banyak tetapi kalau ingin menikmati Sate berkualitas dan harga terjangkau warung ini bisa jadi untuk direkomendasi" jelas Bos Udin.

Dijelaskan Udin untuk bahan Sate, biasanya ia memilih Kambing berusia 5 - 7 Bulan dan ada beberapa kriteria lainnya guna menjaga kualitas olahan Satenya agar pelanggan tidak kecewa tapi justru rindu untuk kembali menikmati Sate Mba Lia.

Memang tidak dipungkiri, selain warga sekitar Tuwel, konsumen Sate Kambing Muda juga banyak berasal dari wilayah luar Kabupaten Tegal. Datang seakan belum afdol bila ke Wisata Guci tak mencicipi kuliner Warung Sate " Mbak Lia" Tuwel Tegal.

Pastinya selain tak beraroma prengus (aroma kambing) Sate Mbak Lia pun tidak membuat pusing kepala meski dikonsumsi dengan jumlah banyak dan pastinya lagi harga yang ditawarkan untuk satu porsi pun terjangkau di kantong.

Usut punya usut, dalam perbincangan terungkap, ternyata selain memiliki bisnis Sate Kambing Muda, Bos Udin merupakan sosok pegiat bisnis vila kawasan Wisata Guci Tegal yang dikelola bersama isterinya.

Kini Mudik 2024 telah tiba. Jalur alternatif Tegal - Bumijawa - Purbalingga pun kian ramai dipadati kendaraan sehingga sangat cocok menikmati Sate Mbak Lia Tuwel sebagai pelepas lelah di perjalanan mudik melintasi jalur alternatif Tuwel Kabupaten Tegal. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES