Ekonomi

Tol Probowangi Didorong Tuntas hingga Banyuwangi dan Ada Exit Tol di Bondowoso

Selasa, 23 April 2024 - 18:01 | 102.15k
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita (FOTO: Dokumen Times Indonesia)
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita (FOTO: Dokumen Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Belakangan ramai persoalan jalan Tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang akan berhenti di Kabupaten Situbondo. Hal itu bermula dari statement politisi yang meminta tol berakhir di Kecamatan Suboh. 

Hal itu dikhawatirkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Situbondo terkena dampaknya, sehingga politisi meminta pembangunan jalan tol cukup sampai di salah satu area di Situbondo bagian barat.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur III, Sonny T Danaparamita menyebutkan statement tersebut hanya bertumpuk pada satu aspek dan mengabaikan banyak aspek-aspek lain yang secara substansi justru kebermanfaatannya lebih besar untuk masyarakat. 

Sonny justru meminta tegas Tol Probowangi harus tetap dilanjutkan pembangunannya hingga Banyuwangi. 

“Dan ini merupakan aspirasi yang harus saya suarakan dan perjuangkan dalam rapat-rapat di DPR RI nanti,” kata dia. 

Ia juga memberikan apresiasi atas pandangan dari politisi tersebut. Namun secara substansi ia memiliki pandangan yang berbeda. Bahkan kata dia pandangan ini juga berdasar aspirasi dari masyarakat, termasuk warga Situbondo. 

Sonny juga menegaskan bahwa adanya kekhawatiran tol tersebut akan membunuh pertumbuhan UMKM yang ada di Situbondo, adalah suatu kekhawatiran yang terlalu berlebihan dan tidak berdasar.

“Karena ada banyak solusi yang dapat kita rumuskan agar pembangunan jalan toll tidak membunuh perkembangan UMKM maupun sektor pariwisata kita,” jelas Sonny. 

Menurutnya, penambahan gerbang tol, pertimbangan tarif toll, hingga pembangunan rest area yang memberikan prioritas kepada para pelaku UMKM memiliki dampak positif. 

Lebih lanjut Sonny justru menilai jika adanya proyek jalan Tol Probowangi menjadi momen pas buat Situbondo menunjukkan diri sebagai daerah yang kaya akan potensi UMKM dan pariwisata. 

Yakni dengan memprioritaskan kios-kios yang ada di rest area untuk para pelaku UMKM lokal. Gerbang toll juga dibuat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya yang dapat semakin meningkatkan kunjungan destinasi yang ada di Situbondo. 

“Jadi di rest area toll yang ada di wilayah Situbondo nanti akan ada rumah makan yang menjual Nasi Sodu, Nasi Karak, Nasi Kaldu, Tajin Palapa, Tape Sorgum, dan sebagainya. Kalau di rest area wilayah Banyuwangi akan ada penjual rujak soto, nasi tempong dan sebagainya,” ungkapnya.

Saat ini terpenting pembangunan Tol Probowangi ini jangan sampai menimbulkan konflik atau gesekan antara masyarakat yang disebabkan oleh pembebasan lahan yang tidak dilakukan secara baik  dan berpotensi akan merugikan masyarakat itu sendiri.  

Sonny meminta pemerintah melakukan Pembayaran terhadap pembebasan lahan yang digunakan untuk jalan tol harus langsung, dan jangan sampai melalui makelar tanah, apalagi sampai masyarakat menerima nominal yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Sosialisasi kepada masyarakat yang lahannya terkena jalur Pembangunan jalan toll mutlak dilakukan secara intensif. Secara langsung masyarakat harus bisa berkomunikasi dengan Jasa Marga atau pihak yang diberi tanggung jawab menyelesaikan urusan pembebasan lahan,” paparnya. 

Sonny juga mendorong agar pemerintah juga menyediakan exit toll di Kabupaten Bondowoso. “Agar masyarakat di sana juga mendapatkan dampak positifnya,” imbuh dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES